Sementara itu, Plt. Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh dalam menanggapi gagasan Gubernur Sulsel terkait pelatihan dan uji kompetensi wartawan mengatakan, ide atau gagasan yang dilontarkan oleh Gubernur Sulsel itu patut diapresiasi dan PWI Sulsel siap menjalankan gagasan Gubernur Sulsel tersebut.
Zulkifli Gani Ottoh yang akrab disapa Zugito itu mengatakan, dari pertemuannya dengan para bupati dan wailkota di Sulsel, hampir semua bupati dan walikota ”curhat” terkait dengan pembinaan wartawan di daerah, yang kadang menghadirkan pemberitaan yang tidak benar atau bohong dan mengada-ada.
Untuk mengatasi persoalan seperti itu, Zugito meminta kepada Gubernur Sulsel agar dalam melakukan kerja sama dengan media, sebaiknya memperhatikan legalitasnya, yakni media harus berbadan hukum resmi dan sudah terdaftar atau terverifikasi oleh Dewan Pers termasuk wartawannya yang sudah ikut UKW.
”Diminta kepada pimpinan daerah bupati dan walikota agar memperhatikan legalitas media yang mau bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota, agar tidak menjadi temuan.
Persyaratan legalitas harus diutamakan, agar anggaran negara tidak salah alokasi kepada media yang belum memiliki badan hukum resmi,” ujar Zugito di hadapan Gubernur Sulsel.
Terkait dengan UKW, Zugito juga
PWI Sulsel juga menyatakan sangat mendukung gagasan Gubernur Sulsel untuk membuat pelatihan jurnalistik secara berkala yang didukung oleh Dinas Kominfo Provinsi Sulsel.
Di hadapan Gubernur Sulsel, Plt. Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh juga meminta dukungan dari pemerintah provinsi untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan ketua PWI Sulsel pada konferensi provinsi yang akan digelar selasa, 2 Juni 2026, yang nantinya akan diikuti sekitar 400 anggota PWI yang memiliki kartu biasa yang aktif dan anggota seumur hidup.
Sementara Rukman Nawawi Sebagai Ketua Panitia UKW Sulsel mengungkapkan bahwa pada 21-22 Mei 2026 PWI Sulsel akan melaksanakan uji komptensi wartawan, setelah vakum selama dua tahun PWI Sulsel tidak melaksanakan uji kompetensi. (*)
















