Tak sedikit insan pers di Wajo mengenang almarhum sebagai sosok yang terbuka, mudah diajak berdiskusi, dan selalu menghargai kerja-kerja jurnalistik. Telepon yang dijawab dengan ramah, diskusi ringan di sela tugas, hingga caranya meredakan ketegangan dengan senyum sederhana—semuanya kini tinggal kenangan.
Belakangan, almarhum mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Kearsipan. Meski berpindah amanah, dedikasinya sebagai pelayan masyarakat tak pernah berubah. Ia tetap dikenal sebagai pekerja keras yang menjalankan tugas tanpa banyak sorotan.
Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Bupati Andi Rosman dan Wakil Bupati Baso Rahmanuddin turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhum.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Wajo, Andi Musdalifa, mengenang beliau sebagai sosok yang loyal dan berdedikasi tinggi dalam pengabdian.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Sabtu, 9 Mei 2026 dengan upacara penghormatan sipil—sebuah penghormatan terakhir atas pengabdian panjang yang telah ia berikan kepada daerah dan masyarakat.
Kini, sosok itu telah pergi.
Namun jejak ketulusan, keramahan, dan pengabdiannya akan tetap hidup dalam ingatan banyak orang. (*)
















