Nabi Ibrahim telah menunjukkan cara beragama yang baik sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nisa, ayat 125, “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan (-Nya).”
Kiai Said Shamad kemudian menyebutkan beberapa contoh cara beragama Nabi Ibrahim yaitu pertama iman yang yakin, dan kedua perhatian kepada ibadah.
Ia mengutip Qur’an Surah Al-An’am, ayat 74, “Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”
Juga Surah Al-Baqarah, ayat 260: “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: ‘Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati’. Allah berfirman: ‘Belum yakinkah kamu?’ Ibrahim menjawab: ‘Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku). Allah berfirman: ‘(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): ‘Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera’. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Tentang perhatian Nabi Ibrahim kepada ibadah, Kiai Said Shamad mengutip Surah Ibrahim, ayat 40, “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
Dan terakhir, Kiai Shamad mengutip Surah Al-Baqarah 125, “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.”
Usai pengajian dilanjutkan dengan silaturrahim dan makan siang bersama antara Direktur RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar, Ketua Dewan Pengawas, Pembina AIK dan Kerohanian, bersama para karyawan. (r)
















