MEDIASINERGI.CO WAJO — Pemerintah Kabupaten Wajo bekerjasama ARUS NGO menggelar workshop pengembangan mekanisme pencegahan dan penanganan pekerja anak ditingkat kabupaten di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Wajo Selasa, 26 Oktober 2020.
Workshop tersebut dibuka oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Wajo Andi Pallawaruka. Hadir Kepala Dinas, Sosial, Keluarga Berencana, erbetdayan Perempuan dan Perlindungan Anak H. Marjono, Ketua ARUS NGO Andi Fajar Asmari serta Tim Save The Children Wajo dan Perwakilan dari pemerintah kecamatan dan desa titik lokus program.
Ketua ARUS NGO Wajo Andi Fajar Asmari menjelaskan, kegiata workshop ini diinisiasi oleh ARUS NGO yang merupakan mitrasave the Children di Wajo dalam program perlindungan anak dengan Kakao berkelanjutan. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian pertemuan yang dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya.
Dalam program ini lanjut Andi Fajar, untuk tahun pertama, program ini menyasar di Lima Desa. Empat desa berada di Kecamatan Pitumpanua yakni, Desa Tangkoro, Kompong, Lompoloang dan Maccolliloloe. Sementara 1 desa di Kecamatan Keera yakni, Desa Awo.
Perwakilan Tim Tim Save The Children Wajo menuturkan bahwa tujuan workshop ini untuk menghubungkan mekanisme pelaporan dan rujukan dari PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) ke sisitem pemerintah. Kemudian juga untuk mengembangkan satu mekanisme pelaporan dan rujukan kasus pekerja anak dan isu anak lainnya dari level desa hinga kabupaten.
“Yang diharapkan juga dari workshop ini ada draf mekanisme pelaporan dan rujukan kasus anak dari tingkat desa hingga kabuoaten,” jelasnya.
















