“Kami mencoba memberikan etalase atau panggung kepada seniman-seniman Sulawesi Selatan untuk menampilkan karya mereka yang bisa dilihat penumpang,” terangnya.
Ia menjelaskan, proses kurasi menjadi bagian penting dalam menghadirkan karya-karya kreatif di bandara agar mampu mempertemukan seniman dengan pelaku usaha maupun komunitas lainnya.
Salah satu kolaborasi yang telah dilakukan yakni menghadirkan pameran kaligrafi bersama mahasiswa saat kegiatan Mekaar rute haji.
Pada kegiatan itu, mahasiswa menampilkan proses pembuatan kaligrafi secara langsung di area holding keberangkatan internasional.
“Dengan cara seperti itu kami membuka wadah dan etalase bagi kreativitas yang ingin kami support di bandara,” bebernya.
Tak hanya itu, Bandara Sultan Hasanuddin juga aktif berkolaborasi dengan perguruan tinggi melalui forum diskusi dan riset di area bandara.
Ruly mengungkapkan, pihaknya pernah menggelar forum group discussion (FGD) bersama mahasiswa dan akademisi di area check-in counter dengan menghadirkan profesor dari Jepang dan Kuala Lumpur untuk membahas inovasi dan riset.
Ini menjadi sesuatu yang penting untuk dikolaborasikan dan disosialisasikan bahwa bandara saat ini bertransformasi tidak hanya bicara penumpang.
“Tentu keberangkatan dan kedatangan, tapi menjadi wadah, etalase, dan panggungnya Sulawesi Selatan,” tutupnya.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka peluang kolaborasi lebih luas antara Pemerintah Kota Makassar dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dalam mendukung promosi pariwisata dan pengembangan event daerah.
Menurut Munafri, pertemuan ini menghasilkan berbagai gagasan dan ide yang dapat diwujudkan bersama guna memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia Timur.
“Dengan pertemuan ini menghasilkan berbagai macam gagasan tentang apa yang bisa kita lakukan bersama,” ujar Munafri.
Ia mengatakan, setiap event yang digelar di Makassar ke depan sangat banyak, diharapkan mampu menampilkan identitas dan ciri khas daerah agar memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat yang datang.
“Pada saat kita mengadakan acara, banyak event nantinya. Sudah ada sedikit model di Makassar, Nah, kami yang akan mempersiapkan secara detailnya,” katanya.
Appi menegaskan, Pemerintah Kota Makassar memiliki keinginan besar menjadikan Makassar sebagai salah satu tujuan destinasi unggulan di kawasan Indonesia Timur.
Karena itu, sinergi dengan pihak bandara dinilai penting untuk memperkuat promosi berbagai event, atraksi budaya, hingga potensi pariwisata Kota Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum.
“Ini sangat penting dan perlu kami sampaikan bahwa keinginan kami Makassar menjadi salah satu tujuan destinasi unggulan Indonesia Timur,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembahasan teknis terkait bentuk kolaborasi akan dibicarakan lebih lanjut agar program yang dirancang dapat berjalan maksimal.
“Nanti secara teknis mungkin kita bisa duduk bersama. Apalagi kita masih punya peluang anggaran tahun depan, jadi kalau ada yang bisa kita kolaborasikan lebih, tentu akan lebih bagus,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















