Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Suwardi menegaskan komitmennya, untuk menjadikan PWI Sulsel sebagai organisasi yang terbuka, inklusif, dan mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh insan pers.
“Saya termotivasi menjadi Ketua PWI Sulsel, karena ingin PWI Sulsel sebagai organisasi yang inklusif. Tidak eksklusif,” ujar Suwardi.
Menurutnya, organisasi profesi wartawan harus mampu merangkul seluruh anggota, tanpa membedakan latar belakang media, wilayah, maupun kelompok tertentu.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat peran PWI, di tengah tantangan industri media yang terus berkembang.
Suwardi juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan dunia pers saat ini, mulai dari disrupsi digital, persaingan industri media, hingga maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di ruang digital.
Selama lima tahun ke depan, PWI Sulsel diharapkan semakin aktif menghadirkan program pendidikan, pelatihan jurnalistik, serta Uji Kompetensi Wartawan, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia pers di Sulawesi Selatan.
Konferensi PWI Sulsel 2026 menjadi momentum penting, dalam menentukan arah organisasi ke depan. Di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya ancaman hoaks, keberadaan organisasi profesi yang kuat dinilai sangat diperlukan untuk menjaga kualitas, etika, independensi, dan kredibilitas jurnalisme.
Dengan mandat yang diberikan secara aklamasi, Suwardi Thahir kini memikul tanggung jawab besar untuk memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta menjadikan PWI Sulsel sebagai mitra strategis, dalam mendukung pembangunan daerah, melalui pemberitaan yang edukatif, berimbang, dan bertanggung jawab. (tim)
















