Untuk memperkuat pembinaan atlet pelajar, Dinas Pendidikan Kota Makassar juga telah menjalin kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia melalui nota kesepahaman (MoU).
Kerja sama tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem pembinaan yang berkelanjutan bagi para juara O2SN sehingga dapat mencetak atlet-atlet muda berprestasi yang siap bersaing di level regional maupun nasional.
Melalui O2SN dan GSI, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, meningkatkan sportivitas, serta membangun karakter generasi muda yang unggul melalui bidang olahraga.
“Kami Dinas Pendidikan Kota Makassar akan terus mendukung proses pembinaan mereka agar potensi yang dimiliki bisa berkembang secara maksimal,” tutupnya.
Sedangkan Ketua Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kota Makassar, Mulahizun Amien menyampaikan rasa syukur atas lancarnya pelaksanaan seleksi yang menjadi bagian dari rangkaian O2SN 2026.
“Alhamdulillah, hari ini seleksi O2SN cabang olahraga panjat tebing berjalan lancar dan ada hasil juara,” ujarnya.
Dengan berakhirnya seleksi panjat tebing, para juara akan dipersiapkan untuk mewakili Kota Makassar pada ajang O2SN tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Dinas Pendidikan Kota Makassar bersama IGORNAS dan stakeholder olahraga lainnya juga akan terus melakukan pembinaan guna meningkatkan kualitas atlet pelajar yang berpotensi meraih prestasi hingga tingkat nasional.
Keikutsertaan cabang olahraga panjat tebing dalam O2SN tahun ini diharapkan menjadi momentum lahirnya atlet-atlet muda berbakat dari Kota Makassar serta memperluas ruang pengembangan prestasi olahraga bagi peserta didik di tingkat SMP.
Mulahizun berharap para atlet yang terpilih mampu menunjukkan prestasi terbaik saat mewakili Kota Makassar pada tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
“Sudah ada juara, yakni dari SMP Hang Tuah untuk putra dan SMP Negeri 18 untuk putri. Mudah-mudahan nanti di tingkat provinsi, Kota Makassar bisa tampil lebih maksimal lagi dan mengharumkan olahraga panjat tebing Kota Makassar,” katanya.
Pada seleksi perdana ini, sebanyak 12 atlet pelajar ambil bagian dalam perlombaan. Menurut Mulahizun, jumlah tersebut cukup menggembirakan mengingat panjat tebing baru pertama kali dipertandingkan dalam O2SN.
“Ada 12 atlet seluruhnya yang mengikuti seleksi ini. Karena panjat tebing memang baru tahun ini masuk dalam cabang olahraga O2SN. Mudah-mudahan tahun depan jumlah atlet yang ikut bisa lebih banyak lagi,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kemampuan dan semangat para peserta yang dinilai menunjukkan performa menjanjikan selama kompetisi berlangsung.
Menurutnya, sejumlah atlet bahkan mampu tampil kompetitif meski masih tergolong baru dalam olahraga panjat tebing.
“Kalau melihat performa mereka hari ini, luar biasa, mampu menunjukkan kemampuan yang sangat baik. Tinggal nanti diberikan penguatan dan pembinaan oleh pelatih-pelatihnya agar bisa berkembang lebih maksimal lagi,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















