Berdasarkan data hisab LF PBNU, posisi hilal saat matahari terbenam di markaz Kantor PBNU, Jakarta, berada pada ketinggian 2 derajat 1 menit 24 detik. Sementara itu, ijtimak atau konjungsi terjadi pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 09.55 WIB.
LF PBNU juga mencatat parameter hilal terendah berada di Merauke, Papua Selatan, dengan tinggi hilal mar’i 0 derajat 42 menit, elongasi 5 derajat 37 menit, dan lama hilal di atas ufuk selama 5 menit 19 detik. Adapun parameter tertinggi tercatat di Lhoknga, Aceh, dengan tinggi hilal mar’i 3 derajat 37 menit, elongasi 6 derajat 57 menit, serta lama hilal di atas ufuk mencapai 18 menit 30 detik.
Meski sebagian wilayah Indonesia bagian barat, khususnya Aceh, telah memenuhi kriteria imkanur rukyat Nahdlatul Ulama yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, hasil rukyat tetap tidak menunjukkan adanya penampakan hilal.
Penetapan PBNU ini berbeda satu hari dengan keputusan pemerintah dan PP Muhammadiyah. Kementerian Agama serta Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. (***)
















