MEDIASINERGI.CO
MAKASSAR – Lionel Andrés Messi Cuccitini kembali berdiri di ambang sejarah. Kapten Argentina itu akan memimpin Albiceleste menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026 setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris di Atlanta Stadium, Kamis 16 Juli 2026.
Sepak Bola Argentina lolos melalui perjuangan yang tidak mudah. Sempat tertinggal lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55, sang juara bertahan membalikkan keadaan melalui Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-90+2.
Messi tidak mencetak gol, tetapi menjadi pusat kebangkitan Argentina. Pemain berusia 39 tahun tersebut terlibat dalam gol penyama kedudukan sebelum mengirimkan umpan silang yang diselesaikan Lautaro menjadi gol kemenangan.
Hasil itu membawa Argentina ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. Mereka kini akan menghadapi Spanyol, tim yang lebih dahulu memastikan tempat di partai puncak setelah menyingkirkan Prancis 2-0 pada semifinal pertama.
Pertemuan Argentina dan Spanyol menghadirkan final yang sarat kualitas. Albiceleste datang dengan pengalaman, mental juara, serta kemampuan bangkit dari situasi sulit. Di sisi lain, La Roja memperlihatkan permainan terorganisasi, penguasaan bola kuat, dan keberanian terus menyerang.
Bagi Messi, pertandingan tersebut dapat menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Setelah membawa Argentina menjadi juara pada 2022, ia kini memiliki kesempatan langka untuk menutup perjalanan di panggung terbesar sepak bola dengan dua gelar dunia secara beruntun.
Keberhasilan mempertahankan gelar juga akan menempatkan Argentina dalam kelompok yang sangat terbatas. Sepanjang sejarah, hanya Italia pada 1934 dan 1938 serta Brasil pada 1958 dan 1962 yang mampu menjadi juara Piala Dunia dua edisi berturut-turut.Sepak Bola
Argentina mencapai final dengan modal mentalitas yang kuat. Tim asuhan Lionel Scaloni berkali-kali lolos dari situasi sulit sepanjang fase gugur, termasuk saat bangkit melawan Mesir pada babak 16 besar dan menaklukkan Inggris pada semifinal.
Karakter tersebut akan diuji oleh Spanyol. La Roja tampil meyakinkan ketika mengalahkan Prancis dan dinilai memiliki kemampuan untuk mengontrol pertandingan melalui sirkulasi bola serta tekanan tinggi.
















