Suasana hangat langsung terasa begitu rombongan menginjakkan kaki di Bandara Rendani. Mereka disambut dengan penuh sukacita oleh Kepala Balai Pelatihan SDM Provinsi Papua Barat, Ibu Jainap Uswanas, Ketua Ikatan Keluarga Toraja Manokwari, Sovian L. Lipu, serta tim *Liaison Officer* (LO) yang siap mengawal kontingen Sulsel. Prosesi penyambutan pun terasa kian berkesan saat Topi Adat Papua dipasangkan secara simbolis ke kepala sang ketua rombongan, Ibu Ida Ibrahim.
Dari bandara, seluruh rombongan langsung diarahkan menuju tempat penginapan resmi Kontingen Pesparawi Sulsel di Balai Diklat Provinsi Papua Barat yang terletak di kawasan Anday, Manokwari, untuk menikmati sarapan dan memulihkan stamina. Tak butuh waktu lama untuk bersantai, sore hingga malam nanti mereka dijadwalkan langsung menggelar latihan perdana di Aula Gedung Serbaguna Balai Diklat. Langkah cepat ini diambil demi mematangkan performa sebelum berlaga di panggung megah Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 yang akan bergulir pada 18-28 Juni mendatang.
Di tempat terpisah, Ketua Panitia Pemberangkatan Kontingen Pesparawi Sulsel, Alfred CB, SS, menjelaskan bahwa total kekuatan kontingen Sulsel tahun ini mencapai 196 orang. Angka tersebut merupakan gabungan dari peserta, pelatih, orang tua pendamping, pengurus LPPD Sulsel, panitia, hingga pejabat dari Pemprov Sulsel dan Kanwil Kemenag Sulsel, yang semuanya akan diberangkatkan secara bertahap dalam 7 kloter.
Alfred menambahkan, strategi pemberangkatan bergelombang ini terpaksa diambil lantaran keterbatasan armada pesawat dan kapasitas kursi penerbangan rute Makassar-Manokwari setiap harinya. Terlebih lagi, ajang akbar Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 ini dipastikan bakal sangat padat karena menyedot perhatian sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Adapun untuk pemberangkatan Kloter 2 dijadwalkan akan terbang pada Rabu (17/6/2026) dini hari, tepat pukul 03.20 Wita. (*)
















