Dalam tausiyahnya, Ustaz Dr. H. Ashar Tamanggong Dg Sila menyampaikan bahwa wafatnya Hj. Marhumah Dg Tanang merupakan sebuah perjalanan menuju kemenangan hakiki. Sebab, almarhumah meninggalkan warisan yang tidak hanya berupa kenangan, tetapi juga amal jariyah yang terus mengalir melalui tanah wakaf yang pernah ia perjuangkan.
Menurut Ustaz Ashar, almarhumah meninggalkan tujuh orang anak, 26 cucu, dan delapan cicit. Ia juga menjadi salah satu generasi terakhir yang menorehkan tanda tangan dalam sejarah wakaf Masjid Besar Al-Abrar. Sebuah amanah besar yang kelak menjadi cahaya kehidupan bagi banyak umat.
“Allah telah menjanjikan pahala yang tidak terputus bagi hamba-hamba-Nya yang mewakafkan sebagian hartanya di jalan kebaikan. Selain itu, doa anak-anak saleh menjadi bekal yang terus mengiringi perjalanan seorang insan setelah kembali ke hadapan Allah,” ujar Ustaz Ashar dalam ceramah takziyahnya.
Kebahagiaan spiritual almarhumah semakin lengkap, karena salah seorang putranya, H. Hilal Kadir, SE Dg Lau, kini mengemban amanah sebagai Ketua Masjid Besar Al-Abrar Makassar. Sebuah rangkaian kehidupan yang memperlihatkan kesinambungan pengabdian antara orang tua dan anak dalam menjaga rumah Allah. (sdn)
















