Home / Makassar / OPINI

Senin, 22 Juni 2026 - 22:32 WIB

Jejak Karakter di Tengah Pasar Pengaruh

Oleh Eddy Mulyawan

MEDIASINERGI.CO

Di zaman ketika banyak orang mengukur integritas dengan kurs rupiah dan loyalitas dengan kedekatan pada kekuasaan, H. Rukman Nawawi justru datang dengan modal yang terdengar kuno: karakter.

Ia bukan anak metropolitan yang tumbuh di lorong-lorong gedung tinggi. Ia adalah “anak kampung” yang belajar merangkak menatap wajah ibu kota, meniti jalan tanpa karpet merah, tanpa warisan kuasa, dan tanpa kemewahan jaringan yang dibangun di ruang-ruang elite.
Justru dari kesederhanaan itulah ia mengajarkan satu hal yang mulai langka: komitmen.

Baca Juga:  Jaga Kedamaian Indonesia, MUI dan Masyarakat Sulsel Sepakat Tolak People Power

Konferensi PWI Sulawesi Selatan di Makassar pada 2 Juni 2026 lalu menjadi panggung yang memperlihatkan hal itu. Semua orang tahu, konferensi itu tidak hanya dipenuhi gagasan dan visi organisasi. Di belakang panggung, aroma tekanan begitu pekat. Tekanan kekuasaan berjalan beriringan dengan godaan materi. Telepon berdatangan, lobi bergerak, dan kalkulasi politik dimainkan hingga larut malam. Di arena seperti itu, karakter biasanya menjadi barang pertama yang dijual.

Namun Rukman Nawawi memilih menjadi pengecualian. Berbagai godaan datang. Berbagai tekanan mengarah kepadanya. Tetapi ia tetap berdiri pada garis yang diyakininya. Ia tidak bergeser, tidak berbelok, dan tidak pula menukar komitmen dengan kenyamanan sesaat.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi, Kapolda Sulsel Makan Bersama Buruh Pelabuhan Makassar

Lalu drama itu pun terjadi.
Pada injury time konferensi, dua kandidat yang selama berbulan-bulan saling mengukur kekuatan, mengasah strategi, dan membangun barisan, tiba-tiba memilih berdamai. Sebuah “kudeta tanpa darah” lahir di detik-detik akhir. Kontestasi yang semula panas mendadak berubah menjadi koalisi. Peta politik yang diperkirakan berlangsung sengit selama lima tahun berikutnya selesai hanya dalam beberapa menit.

Share :

Baca Juga

OPINI

Kepedihan Umat Islam atas Dicoretnya Tujuh Kata Piagam Jakarta

Makassar

Ketika Polisi Hadir, Harapan Tumbuh di Shelter Tamalate

Makassar

Douglas Mahendrajaya: Ajak Masyarakat Wajo Cegah Kebakaran dan Jaga Kelestarian Hutan

Makassar

Dorong Pemberitaan Sehat, PWI Sulsel Gandeng LPP RRI Makassar

Makassar

Shelter Warga Pa’Baeng-Baeng Perluas Sayap Pemberdayaan, Hadirkan Unit Pangkas Rambut untuk Masyarakat

OPINI

PENJAJAHAN JILID DUA DILANJUTKAN OLEH “LONDO IRENG”

Makassar

Sosialisasi Program Pemilahan Sampah RW 8 BLok B BTP Makassar

Makassar

DP3A Makassar Apresiasi Shelter Warga Pa’Baeng-Baeng, Semangat Pemberdayaan Terus Berkembang