Home / Sulsel

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:33 WIB

UNHAS Dorong Pemanfaatan Pekarangan Melalui Budidaya Bawang Merah Berbasis Biostimulan Air Kelapa

Pada hari pertama, antusiasme peserta langsung dipicu lewat pembekalan materi. Mereka diajak memahami cara memaksimalkan fungsi pekarangan, teknik menanam bawang merah menggunakan media polybag, strategi menghalau hama dan penyakit, hingga analisis peluang bisnis tani berskala rumah tangga.

Suasana semakin seru saat memasuki agenda berikutnya, yaitu pelatihan pembuatan biostimulan dari fermentasi air kelapa yang berfungsi sebagai vitamin penumbuh alami. Usai menguasai rumusnya, para ibu tani ini langsung mempraktikkan cara menanam bibit bawang merah ke dalam polybag yang diproyeksikan sebagai model percontohan di rumah mereka.

Prof. Fachirah Ulfa menambahkan, dalam sesi simulasi tersebut, Ahmad Dzaky Mubarak selaku perwakilan mahasiswa cekatan memandu emak-emak KWT mulai dari mengolah ramuan fermentasi air kelapa, meracik media tanam, hingga teknik menancapkan bibit yang benar. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi esensi dari tridarma perguruan tinggi sekaligus memberikan ruang belajar nyata di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Rapat Koordinasi Dan Rembuk Stunting Pemkab Toraja Utara

Berdasarkan kajian tim ahli UNHAS, memilih air kelapa sebagai biostimulan adalah terobosan cerdas yang ramah lingkungan sekaligus hemat biaya. Air kelapa yang kerap dibuang percuma terbukti kaya akan hormon pertumbuhan alami dan nutrisi esensial yang mampu mempercepat serta menyuburkan tanaman hortikultura, termasuk komoditas bawang merah.

Lewat program jangka panjang ini, para anggota KWT diharapkan tidak hanya membawa pulang ilmu dan keterampilan baru, tetapi juga mampu menciptakan kawasan percontohan (demplot) tanaman bawang merah di lingkungan mereka, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya memanfaatkan bahan-bahan lokal demi ketahanan pangan mandiri.

Baca Juga:  Satpol PP Komitmen Massifkan Patroli di Sinjai

Bukan sekadar memberi dampak instan bagi warga Desa Bontolohe, program PKM ini juga ditargetkan menelurkan berbagai output akademik dan publikasi. Di antaranya meliputi jurnal ilmiah, rilis media massa, video dokumentasi, poster edukasi, hingga cetak biru (blueprint) model pemberdayaan masyarakat berbasis biostimulan air kelapa.

“Melalui metode yang mengedepankan partisipasi aktif warga dan ditopang oleh riset ilmiah, Universitas Hasanuddin optimis program ini dapat menjadi pemantik serta contoh nyata bagaimana halaman rumah bisa diubah menjadi sumber pangan mandiri, pendongkrak ekonomi, dan pilar pembangunan desa yang berkelanjutan,” pungkasnya optimis. (*)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Kunjungi Pulau Terluar Makassar, Munafri Perkuat Kepedulian untuk Warga Sangkarrang

Sulsel

Di Depan Ketum PPP, Munafri Harap Sinergi Terus Terjalin untuk Pembangunan Kota Makassar

Sulsel

Bupati Takalar Tekankan Peningkatan Layanan ke Camat, Lurah dan Kepala Lingkungan kepada Masyarakat

Sulsel

Sentra Gau Mabbaji Kemensos Gowa Gelar Pertemuan Penguatan Lembaga Kesos

Sulsel

Libatkan Ribuan Agen Perisai, Munafri Percepat Universal Coverage Jaminan Sosial di Makassar

Sulsel

Wali Kota Munafri Ajak Seluruh Elemen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

SOPPENG

Bupati Bersama Wabup Soppeng Hadiri Open House Sekolah Rakyat 64

SOPPENG

Polres Soppeng Gelar Bakti Religi