Gelora cinta kampung halaman mendadak membakar semangat seisi ruangan saat Wakil Ketua KKSS Provinsi Papua Barat, H. Abdul Fatah, naik ke podium. Begitu ia mengucapkan selamat datang, pekikan yel-yel “Sulawesi Selatan….. Ewakoo!” langsung bergemuruh memecah atmosfer aula, disuarakan kompak oleh seluruh hadirin.
Dalam kesempatannya, Abdul Fatah membagikan pengalamannya yang sudah 56 tahun menetap di Papua Barat dengan rasa aman dan damai. Menurutnya, harmoni ini tercipta berkat filosofi mendalam “Satu Tungku, Tiga Batu” yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Papua, menjadikan toleransi beragama di wilayah ini begitu luar biasa.
Ia juga memperkenalkan filosofi “Rumah Kaki Seribu”, sebuah rumah dengan banyak tiang penyangga namun tanpa sekat kamar di dalamnya. Simbol ini menegaskan bahwa tidak ada sekat pemisah dalam kehidupan sosial di Papua Barat; semua orang hidup saling menopang, yang mengantar Papua Barat meraih predikat pertama kerukunan beragama di Indonesia pada periode 2017–2019, hingga Manokwari dijuluki Kota Injil dan Kota Beriman.
“Titip pesan untuk saudara-saudaraku, jika nanti sudah kembali ke Sulawesi Selatan, kabarkan kepada keluarga dan kerabat di sana bahwa Papua Barat itu sangat aman, nyaman, dan masyarakatnya luar biasa ramah,” pungkas Abdul Fatah sebelum menutup sesinya dengan bertukar suvenir bersama Pdt. Adrie O. Massie.
Di sisi lain, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan pesan mendalam melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Kerakyatan, Dr. Since Erna Lamba, SP, MP. Gubernur menekankan bahwa ajang Pesparawi bukan sekadar panggung unjuk suara, melainkan ladang penguatan iman, wadah persekutuan, dan momentum merayakan keberagaman.
“Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur Sulsel berpesan agar kontingen tetap menjunjung tinggi sportifitas, etika, kedisiplinan, serta menjaga kesehatan. Tampilkan performa terbaik agar kita bisa kembali membawa pulang prestasi nasional yang membanggakan nama Sulawesi Selatan,” urai Dr. Since Erna Lamba yang juga mengemban tugas sebagai Sekretaris LPPD Sulsel.
Menambah bobot kemeriahan acara ramah tamah yang juga diisi oleh unjuk bakat para duta suara Sulsel ini, sambutan berturut-turut turut disampaikan oleh Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, Aminuddin, S.Ag, M.Ag (mewakili Kakanwil), serta Ketua LPPD Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie.
Panggung setelahnya langsung diguncang oleh penampilan memukau dari para solois dan tim paduan suara. Secara bergantian, unjuk gigi ditampilkan oleh Paduan Suara Anak, Vokal Grup, Solo Anak (usia 7–10 tahun dan 11–15 tahun), Solo Remaja Pemuda Putra-Putri, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Dewasa Campuran, hingga Musik Gerejawi Nusantara. Para talenta emas yang siap menggetarkan panggung Pesparawi Nasional ini merupakan utusan terbaik dari LPPD Makassar, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo, dan Luwu Timur.
Acara yang bergulir dari siang hingga menjelang sore tersebut ditutup dengan sesi santap siang bersama. Hidangan khas yang disajikan langsung oleh pengurus IKT dan IPT Manokwari menambah kehangatan momen, sebelum akhirnya seluruh hadirin melakukan sesi foto bersama dan saling bersalaman.
Sebagai awal dari rangkaian kegiatan, pada pagi harinya seluruh elemen Kontingen Pesparawi Sulsel—mulai dari peserta, pelatih, ofisial, pendamping, hingga panitia—telah melaksanakan ibadah Minggu bersama di lokasi yang sama. Kebaktian tersebut dilayani oleh majelis jemaat Gereja Protestan Indonesia (Manokwari) dan dipimpin langsung oleh Pendeta Melanton Luden, S.Th. (*)











