Appi juga memaparkan capaian realisasi investasi Kota Makassar yang pada tahun 2025 mencapai Rp5,2 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1,13 triliun atau 21 persen berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA).
Saat ini, Malaysia menjadi investor asing terbesar di Makassar dengan nilai investasi mencapai Rp421 miliar, disusul Singapura sebesar Rp248 miliar, serta Hong Kong, Tiongkok, dan Jepang.
“Kami percaya masih banyak ruang bagi negara-negara sahabat untuk menjadi bagian dari pertumbuhan Makassar. Karena itu kami mengundang para investor untuk melihat langsung peluang yang kami tawarkan hari ini,” ucapnya.
Lebih jauh, dalam forum tersebut, Appi memperkenalkan sejumlah proyek strategis yang siap dikerjasamakan dengan investor, baik yang berasal dari pemerintah maupun sektor swasta.
Proyek strategis yang ditawarkan antara lain pembangunan Sport Tourism Hub, Stadion Untia, yang dirancang menjadi pusat olahraga dan kawasan ekonomi baru di Indonesia Timur. Serta pengembangan Ekowisata Pulau Lanjukang yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari berkelas internasional.
Selain itu, peluang investasi juga terbuka pada pengembangan kawasan industri baru PT. Kawasan Industri Makassar (KIMA) di wilayah Maros guna mendukung ekspansi sektor manufaktur dan logistik.
Appi turut mempromosikan berbagai komoditas ekspor unggulan Sulawesi Selatan yang telah menembus pasar global, mulai dari produk perikanan, rumput laut, kopi premium Toraja, hingga produk pertanian bernilai tinggi lainnya.
Ia menekankan, Makassar tidak hanya menawarkan infrastruktur dan peluang bisnis, tetapi juga didukung sumber daya manusia yang kompetitif melalui kolaborasi perguruan tinggi ternama yang aktif menjalin kerja sama internasional.
“Makassar adalah tempat yang populer untuk sistem pendidikan yang bereputasi baik. Kami didukung oleh kolaborasi akademis yang kuat dan universitas baik lainnya yang secara aktif terlibat dalam kerja sama internasional, penelitian, dan program pertukaran mahasiswa,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Munafri mengajak seluruh delegasi negara sahabat untuk membangun kemitraan jangka panjang bersama Kota Makassar.
“Makassar bukan sekadar kota di atas peta. Makassar adalah pasar yang terus tumbuh, kota yang ramah investasi, dan gerbang menuju pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur. Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Hari ini kami membuka layar untuk menyambut kemitraan dan investasi dari negara-negara sahabat,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















