Home / Sulsel

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kota Makassar Raih Penghargaan Nasional Wastra dan Kriya, Appi-Melinda Perkuat UMKM Berbasis Budaya

Ia mengatakan, pelaksanaan event nasional seperti HUT Dekranas memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar pameran produk. Kehadiran ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi berbagai sektor usaha di Makassar.

Munafri menjelaskan, tingkat hunian hotel meningkat selama kegiatan berlangsung. Begitu pula dengan restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, jasa transportasi, hingga usaha rental kendaraan yang ikut merasakan perputaran ekonomi.

“Dengan hadirnya kegiatan ini, ekonomi di Kota Makassar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Dampaknya sangat terasa. Hotel, restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, rental mobil dan berbagai sektor lainnya ikut bergerak karena hadirnya ribuan tamu di Kota Makassar,” katanya.

Ia berharap Makassar terus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu yang datang sehingga meninggalkan kesan positif dan mendorong mereka kembali berkunjung pada kesempatan berikutnya.

“Kita berharap terus bisa memberikan hospitality yang baik kepada para tamu yang datang ke Kota Makassar,” tutupnya.

Pada kesempatan ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai penyelenggaraan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Kota Makassar tidak hanya menjadi ajang promosi produk kerajinan Nusantara, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah tuan rumah.

Menurut Tito, ribuan peserta dan tamu dari seluruh Indonesia yang hadir dalam kegiatan tersebut menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari transportasi udara, transportasi lokal, perhotelan, hingga usaha kuliner dan UMKM.

Baca Juga:  Pertunjukan Budaya Sulsel Warnai Haul ke-2 Raja Bone Arung Palakka

“Sektor transportasi udara pasti bergerak. Bayangkan seluruh Indonesia datang ke sini. Maskapai-maskapai harusnya berterima kasih dengan adanya acara ini,” kata Tito saat memberikan sambutan pada penutupan HUT Dekranas ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar.

Ia mengatakan, tingginya mobilitas peserta juga berdampak pada meningkatnya kebutuhan transportasi darat.

Bahkan menurutnya, mendapatkan kendaraan sewaan selama pelaksanaan kegiatan menjadi tantangan karena tingginya permintaan.

“Transportasi lokal juga bergerak, untuk mencari kendaraan sewaan saja berjuang karena sulit, semuanya diperebutkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, sektor perhotelan juga menikmati lonjakan tingkat hunian. Tito mengaku memperoleh informasi langsung dari pengelola hotel tempatnya menginap bahwa seluruh kamar telah terisi penuh selama pelaksanaan kegiatan.

“Saya menginap di Hotel Claro. Saya tanya manajernya, penuh. Saya yakin hotel-hotel yang lain juga begitu,” ungkapnya.

Bahkan, kondisi tersebut membuat Kemendagri menunda agenda kegiatan lain yang semula direncanakan berlangsung di Makassar karena khawatir kesulitan memperoleh akomodasi.

Selain sektor transportasi dan perhotelan, Tito juga menyebut restoran, rumah makan, hingga pelaku UMKM turut merasakan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event berskala nasional tersebut.

Namun menurutnya, nilai terbesar dari penyelenggaraan Dekranas bukan hanya besarnya transaksi ekonomi yang tercipta selama acara berlangsung, melainkan keberhasilannya mengangkat potensi kerajinan Indonesia agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.

“Lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan agar mampu menembus pasar dunia,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Gowa Kembali Dipercaya Pimpin PMI Sulsel

Tito menjelaskan, industri kerajinan dunia memiliki nilai ekonomi yang sangat besar dengan potensi pasar mencapai sekitar Rp500 triliun setiap tahun.

Ia menilai produk lokal baguan dari keunggulan yang tidak dimiliki negara lain, yakni keberagaman produk kerajinan yang lahir dari kekayaan budaya, suku, serta sumber daya alam yang tersebar di seluruh nusantara.

“Indonesia adalah negara dengan kerajinan tangan paling beragam di dunia. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing karena kita memiliki begitu banyak suku, budaya, dan sumber daya alam yang berbeda-beda,” ujarnya.

Menurut Tito, kekayaan tersebut menjadi modal besar untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri kerajinan dunia.

Untuk itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dekranas dan pemerintah daerah, agar terus mengembangkan inovasi produk, meningkatkan kualitas, serta memanfaatkan bahan baku lokal yang selama ini belum diolah secara optimal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Ia meyakini, apabila potensi tersebut dikelola secara serius dan berkelanjutan, industri kerajinan Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin.

“Kita berharap juga memperkuat posisi Indonesia di pasar ekonomi kreatif dunia,” tutup mantan Kapolri itu.

Hadir pada kesempatan ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Informatika, dan Komunikasi Publik Diskominfo, Abdullah.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Munafri Dampingi Fadly Zon Tinjau Benteng Rotterdam Persiapan Revitalisasi

Sulsel

Wali Kota Munafri Lepas Peserta Indomaret Fun Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat di Makassar

Makassar

Seusai Ashar, Musibah Menyapa H. Baharuddin di Depan Masjid Al-Abrar

PINRANG

TP PKK dan Dekranasda Pinrang Meriahkan HKG PKK dan HUT Dekranas

Sulsel

Guru PPPK PW Aspirasi ke DPRD Wajo Terkait Perubahan Status Dapodik dan Sertifikasi Terhenti

SOPPENG

Warga Lalabata Meninggal Dunia di Pasar Sentral Watansoppeng

Sulsel

Wali Kota Pekanbaru: Makassar Layak Jadi Contoh Pengelolaan Pemerintahan dan Pelayanan Publik

Sulsel

Temui Munafri, Bupati Brebes Studi Tiru Program Unggulan Pemkot Makassar