Lebih jauh, Daeng Manye mengingatkan pengadaan barang dan jasa bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya tidak ingin ada pengadaan yang hanya selesai di atas kertas. Setiap rupiah anggaran harus menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, karena itulah ukuran keberhasilan kerja pemerintah,” tegas Daeng Manye.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap usulan kegiatan akan melewati proses penyaringan secara berlapis sebelum memasuki tahapan pengadaan.
Menurutnya, hanya program yang benar-benar mendukung kebutuhan daerah serta memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat yang akan memperoleh persetujuan untuk dilaksanakan.
Karena itu, Bupati berharap seluruh PA dan KPA senantiasa menjaga integritas dalam setiap pengambilan keputusan sehingga pelaksanaan pengadaan dapat berlangsung secara profesional, transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan.
Sementara itu, Camat Galesong Selatan, Nurhidayat Abdullah menilai pelatihan tersebut memberikan penguatan penting bagi aparatur dalam memahami tata kelola pengadaan yang baik.
“Materi ini mengingatkan kami bahwa keberhasilan pengadaan bukan hanya selesai sesuai prosedur, tetapi juga memastikan setiap anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap seluruh PA dan KPA semakin memiliki kompetensi, integritas, serta pemahaman yang kuat dalam mengelola pengadaan barang dan jasa, sehingga setiap program pembangunan dapat terlaksana secara efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















