Home / Internasional

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:52 WIB

Menaker Yassierli Usulkan BRICS Petakan Kebutuhan Keterampilan Masa Depan

Selain menyampaikan usulan tersebut, Menaker juga memaparkan pengalaman Indonesia dalam memperkuat ketahanan pasar kerja. Upaya itu dilakukan melalui perluasan akses pelatihan dan jaminan sosial bagi pekerja informal, pembentukan Satuan Tugas PHK, penguatan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), serta perluasan kesempatan kerja bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah terpencil.

Sebagai langkah konkret, tahun ini pemerintah membangun pusat pelatihan vokasi dan layanan ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas. Pusat tersebut dilengkapi teknologi asistif dan contoh penataan tempat kerja yang lebih inklusif.

“Indonesia memandang BRICS sebagai platform strategis untuk memperkuat south-south cooperation, saling belajar, dan menghadirkan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi pekerja, dunia usaha, dan masyarakat. Karena itu, Indonesia hadir di BRICS untuk berbagi pengalaman sekaligus belajar dari negara-negara anggota lainnya,” ujar Menaker.

Baca Juga:  Amir Saeid Iravani Wakil Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa: Tujuan AS ganti rezim langgar kedaulatan republik

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, pemerintah Indonesia terus memperkuat transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja melalui Program Pemagangan Nasional yang menargetkan 150 ribu peserta dan Program Pelatihan Vokasi Nasional dengan target 300 ribu peserta tahun ini.

Berbagai program prioritas nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Modern, dan hilirisasi komoditas strategis juga diposisikan sebagai penggerak penciptaan lapangan kerja. Keberhasilan program-program tersebut ditopang oleh keterhubungan antara pelatihan vokasi dan kebutuhan industri.

Baca Juga:  Putra Wajo Kembali Berjaya Diajang ARRC 2020

Di bidang digital, pemerintah terus memperkuat sistem informasi pasar kerja t erintegrasi yang menghubungkan pencari kerja dan pemberi kerja melalui satu platform layanan ketenagakerjaan. Sistem tersebut didukung analisis pasar kerja dan policy dashboard untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih cepat dan tepat.

“Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh negara anggota BRICS untuk membangun dunia kerja yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Kami siap berbagi dan siap belajar,” tutup Menaker.(***)

Share :

Baca Juga

Internasional

Delegasi CAJ Kunjungi Toko Roti Legendaris Fung Wong, Melvin Chan Jaga Warisan Rasa Sejak 1909

Internasional

Presidenz CAJ Atal S Depari Dalam Sidang Umum ke-21 di Kuala Lumpur Perkuat Solidaritas Jurnalis ASEAN

Internasional

Pidato Perdana Mojtaba Khamenei Langsung “Tembak” AS, Semua Pangkalan Ditutup

Internasional

Konflik Timur Tengah Picu Pembatalan Penerbangan Massal oleh Puluhan Maskapai

Internasional

Amir Saeid Iravani Wakil Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa: Tujuan AS ganti rezim langgar kedaulatan republik

Internasional

KBRI Riyadh imbau WNI lebih waspada situasi di Timur Tengah

Internasional

Dari ASCC 2025, Makassar Capai Babak Baru Kerja Sama Internasional dengan Yokohama

Internasional

Wali Kota Munafri Disanjung di Vienna, Koin 100 Tahun Lee Kuan Yew Jadi Simbol Kolaborasi Global