MEDIASINERGI.CO
ARAB SAUDI – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas berdampak langsung pada sektor penerbangan internasional. Ketegangan konflik di wilayah tersebut menyebabkan banyak maskapai penerbangan terpaksa membatalkan sejumlah jadwal penerbangan. Beberapa negara di kawasan Timur Tengah bahkan menutup wilayah udaranya setelah pecahnya konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat. Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan wafat setelah serangan yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel.
Berdasarkan laporan Aljazeera pada Minggu, 1 Maret 2026, sedikitnya delapan negara menutup ruang udaranya sejak konflik meningkat pada Sabtu, 28 Februari 2026. Negara-negara tersebut antara lain Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, serta Uni Emirat Arab. Selain itu, Suriah juga mengambil langkah dengan menutup sebagian wilayah udaranya selama 12 jam, khususnya di bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Israel.
Kawasan Timur Tengah selama ini merupakan jalur strategis penerbangan yang menghubungkan Eropa dan Asia, terlebih setelah wilayah udara Rusia dan Ukraina tidak dapat digunakan oleh sebagian besar maskapai akibat konflik yang berlangsung di sana. Akibat situasi terbaru ini, sejumlah pesawat terpaksa mengubah rute penerbangannya melalui wilayah seperti Larnaca, Jeddah, Kairo, dan Riyadh.
Sejumlah maskapai besar dunia juga mengambil langkah penghentian sementara penerbangan. Maskapai asal Uni Emirat Arab seperti Emirates dan flydubai menghentikan operasionalnya untuk sementara, sementara Etihad Airways menunda seluruh penerbangan dari Abu Dhabi hingga pukul 10.00 GMT pada Minggu, 1 Maret 2026.
Qatar Airways dan Kuwait Airways juga menghentikan sementara penerbangan mereka. Maskapai Turkish Airlines turut membatalkan sejumlah rute menuju berbagai destinasi di Timur Tengah. Maskapai Oman Air menyatakan menghentikan penerbangan menuju Baghdad karena situasi keamanan yang tidak stabil. Otoritas penerbangan Kuwait juga memutuskan menghentikan seluruh penerbangan menuju Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.
















