MEDIASINERGI.CO KOREA — Seorang anak muda usia 30 tahun asal Sulawesi Selatan bernama Andi Muhammad Ichzan berhasil mempertahankan disertasi dalam presentasi doktoral di sebuah universitas di Korea bernama Pusan National University.
Disertasi berjudul Biosensor berbasis elektrokimia dengan menggunakan aktivitas katalis baru dari enzym dan amplifikasi DNA pada permukaan fase padat, ipresentasikan di depan 5 profesor dan berhasil meraih predikat cumlaude.
Ichzan yang berdarah Bugis itu mengatakan alasan memilih judul tersebut karena kebutuhan mekanisme baru untuk sistem sensor deteksi dini sangat dibutuhkan, untuk mencegah efek kronis dan akut dari penyakit yang disebabkan oleh patogen, maupun disfungsi sel dan sistem tubuh. Adapun nama projecti temuan bersama timnya berupa alat bernama, Diteksi Sensor Modul dari Biosensor Virus Hepatitis B dan Fotokatalik.

















