Dikatakan pula oleh Bustamin bahwa untuk tahun 2026 hanya dapat anggaran Rp.800 juta khusus pembelian BBM dan hitung hitungan kami hanya cukup untuk BBM sampai Agustus 2026.
Bustamin dalam situasi yang sulit tersebut pihaknya telah melakukan telaah staf untuk mengajukan permohonan anggaran lewat Parsial dan Alhamdulillah sudah disetujui oleh pimpinan dengan rincian Rp .800 juta untuk kekurangan gaji personil tenaga pengangkut sampah dan biaya pemeliharaan kendaraan.
Suparman aktivis LMR-RI Komda Enrekang juga ikut angkat bicara terkait pelayanan pengangkutan sampah yang akhir akhir ini menjadi keluhan dan keresahan warga, Masyarakat, Pemerintah daerah semestinya menjadikan pelayanan kebersihan menjadi prioritas, Pemda harus mendukung DLH dengan Anggaran yang maksimal” Sarana dan prasarana harus didukung agar DLH bisa melakukan pelayanan yang maksimal. (Sari)















