Saat itulah beliau berhenti, berbalik, lalu menjawab singkat, “Ini perintah Allah SWT.”
Dengan keteguhan iman yang menggetarkan, Hajar pun menjawab, “Labbaik… berangkatlah. Allah pasti akan menjaga kami.” Kisah itu menjadi penegas bahwa keimanan sejati selalu melahirkan kepasrahan yang utuh kepada kehendak Sang Pencipta.
Suasana masjid seketika hening. Tak terdengar selain suara penerjemah yang mengalir lembut, sementara para jamaah larut dalam setiap pesan yang disampaikan.
Tausiyah yang singkat namun sarat makna itu seolah mengingatkan bahwa dakwah tidak selalu hadir melalui pidato yang panjang, melainkan melalui keteladanan, pengorbanan, dan keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT.
Rangkaian silaturahmi itu kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah yang dipimpin Imam Rawatib Masjid Besar Al-Abrar, Ustaz Lahamuddin Kalombeng, S.Ag.
Setelah doa dipanjatkan, pengurus masjid bersama Syech Adam mengabadikan momen kebersamaan dalam sebuah foto bersama.
Di balik senyum yang terukir, tersimpan harapan agar jalinan ukhuwah Islamiyah yang melampaui batas negara ini terus menguatkan semangat dakwah, menyatukan hati umat, dan menjadi pengingat bahwa persaudaraan dalam Islam tidak pernah mengenal jarak. (sdn)

















