Ketua LLI Sulsel, Syafri Arief, yang sedang melaksanakan tugas di Bandung, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang tetap menjalankan kegiatan. Baginya, keberadaan seorang ketua bukan alasan bagi roda organisasi untuk berhenti bergerak. Bahkan, Ahad kali ini semakin istimewa dengan hadirnya Pembina LLI Sulsel, Dr. Abdul Hayat Gani, yang menyempatkan diri berada di tengah pengurus dan anggota. Usai berolahraga, kebersamaan dilanjutkan dengan kuliner bersama dan foto bersama. Sebab bagi para lansia, menjaga kesehatan tubuh ternyata berjalan beriringan dengan menjaga kesehatan hati.
Kebersamaan itu pun akan berlanjut pada Selasa, 11 Agustus 2026, melalui kegiatan arisan, peringatan ulang tahun anggota LLI, bersenandung ria, sekaligus mandi-mandi di Pantai Bayang Makassar. Pantai Bayang bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga memiliki ikatan kekeluargaan karena di kawasan tersebut bermukim Hj. Andi Yunita Dirham, salah seorang pengurus LLI Sulsel. Di sanalah nanti tawa, nyanyian, silaturahmi dan kenangan kembali dirajut. Begitulah kehidupan para lansia: tetap bergerak, tetap berkarya dan tetap menikmati setiap kesempatan yang diberikan Tuhan.
Menjadi lansia bukan berarti berhenti berkarya, apalagi berhenti menikmati kehidupan. Justru di usia senja, setiap langkah dapat menjadi bentuk syukur, setiap pertemuan menjadi hadiah dan setiap persahabatan menjadi kekayaan yang tak ternilai.
Para lansia Sulsel memberikan pelajaran sederhana bahwa jangan menunggu muda untuk bahagia dan jangan menunggu sakit untuk menjaga kesehatan. Selama kaki masih mampu melangkah, tangan masih bisa bergerak dan hati masih sanggup tersenyum, kehidupan patut dirayakan. Menjadi tua adalah kepastian, tetapi menjadi tua dengan sehat, bahagia, aktif dan tetap berguna bagi sesama adalah sebuah pilihan. (sdn)

















