Dalam karnaval tersebut, para peserta tampil menggunakan beragam kostum bertema merah putih, pakaian adat dari berbagai daerah serta pakaian yang menggambarkan beragam profesi.
Keberagaman penampilan ini, lanjut Sri Widiyati, menjadi sarana pembelajaran yang sederhana namun memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak mengenai kekayaan budaya dan keberagaman profesi yang ada di Indonesia.
Dengan cara tersebut, anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal keberagaman melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mampu melihat dan merasakan langsung bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam.
Selain menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk berani tampil, berinteraksi dengan teman sebaya serta membangun rasa percaya diri.
Sri Widiyati berharap semangat kemerdekaan yang diperkenalkan sejak dini dapat terus tumbuh dalam diri anak-anak sehingga menjadi bekal dalam membentuk generasi yang memiliki rasa cinta tanah air, menghargai perbedaan dan bangga terhadap identitas bangsanya.
“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita tumbuh dengan rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia, mencintai keberagaman dan mampu menghargai satu sama lain sejak usia dini,” pungkasnya. (Tan)
















