Di hadapan para Paskibraka dan orang tua, Munafri juga mengingatkan agar pengalaman selama menjalani proses pendidikan dan pelatihan tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai.
Menurutnya, banyak nilai penting yang dapat menjadi bekal bagi para anggota Paskibraka dalam menjalani kehidupan dan menentukan masa depan, di antaranya kedisiplinan, kekompakan, fokus, kemampuan berinteraksi dan membangun jaringan.
“Banyak sekali pelajaran berharga yang kalian bisa dapatkan, terutama tentang kedisiplinan, kekompakan, fokus, dan yang lebih penting adalah interaksi. Membangun networking ini menjadi salah satu hal yang harus kita bangun secara bersama-sama,” imbuh Appi.
Lebih lanjut, Ketua IKA FH Unhas itu berharap, pengalaman menjadi Paskibraka juga dapat menjadi modal awal dalam membangun masa depan.
Status sebagai mantan Paskibraka merupakan pengalaman berharga yang dapat menjadi bagian dari rekam jejak pribadi maupun profesional.
Munafri juga menekankan bahwa terpilih menjadi anggota Paskibraka bukan karena faktor kedekatan, keluarga maupun hubungan dengan pejabat.
Ia meminta para anggota Paskibraka menyadari bahwa mereka terpilih karena memiliki talenta, kemampuan dan kepercayaan diri.
“Tetapi kalian punya talenta, punya kemampuan, punya percaya diri, dan itu kalian tunjukkan dengan sangat baik,” tegasnya.
Menurut Munafri, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi para Paskibraka untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga karakter yang telah terbentuk selama proses pelatihan.
Dia juga mengingatkan bahwa kedisiplinan, fokus dan kekompakan yang telah mereka miliki merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi berupa uang tunai kepada seluruh anggota Paskibraka.
“Ini adalah apresiasi yang bisa kami berikan dari Pemerintah Kota,” ungkapnya.
Selain uang tunai, Munafri juga menyampaikan kabar gembira bahwa para anggota Paskibraka Kota Makassar kembali akan mendapatkan kesempatan mengikuti studi wisata ke Bali.
Program tersebut merupakan bentuk apresiasi lanjutan dari Pemerintah Kota Makassar kepada para anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas dengan baik.
“Tahun lalu juga kami memberangkatkan untuk studi wisata ke Bali. Tahun ini masih mau ke Bali atau tidak?,” tanya Munafri kepada para Paskibraka yang langsung disambut antusias.
Di akhir sambutannya, Munafri berpesan agar para anggota Paskibraka tidak cepat berpuas diri setelah berhasil menjalankan tugas pada HUT ke-81 RI.
Menurutnya, perjalanan siswa-siswi masih panjang dan tantangan yang akan dihadapi ke depan jauh lebih besar.
Dia kemudian menceritakan pengalaman pribadinya yang sejak dahulu memiliki cita-cita menjadi anggota Paskibraka. Namun, ia mengaku memiliki kendala ketika mengikuti latihan baris-berbaris.
Ia kemudian melontarkan candaan bahwa meski tidak menjadi Paskibraka, dirinya akhirnya menjadi wali kota.
“Saya tidak lulus, mungkin saya tidak jadi Paskibraka. Saya jadi Wali Kota. Tapi mungkin seandainya saya jadi Paskibraka, mungkin lebih tinggi dari pada Wali Kota,” katanya.
Di balik candaan tersebut, Munafri menekankan pengalaman menjadi Paskibraka sebenarnya dapat membentuk mental dan kedisiplinan seseorang sejak usia muda.
Menurutnya, karakter tersebut akan menjadi modal penting dalam menentukan masa depan.
“Kenapa? Karena mental dan kedisiplinan itu sudah tertanam dari awal. Ini modal yang sangat-sangat besar. Disiplin, fokus, kompak, ini modal. Kalian sudah punya modal itu, pertahankan dan tingkatkan,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















