Home / Sulsel

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Munafri Salurkan 2000 Liter Pupuk dan Ribuan Kilogram Benih untuk Kelompok Tani Makassar

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat sektor pertanian di tengah keterbatasan lahan dan ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperluas dukungan sarana produksi pertanian, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, saat menghadiri Musyawarah Tani “Abbulo Sibatang” yang dilaksanakan Kelompok Tani Bontoa di Jalan Andi Patturungi, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kamis 20 Agustus 2026.

Munafri mengatakan, musyawarah tani menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah dengan kelompok tani dalam membahas berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian, sekaligus mencari solusi secara bersama-sama.

“Hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan yang melibatkan kelompok tani yang ada di seluruh Kota Makassar,” kata Munafri.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar menyalurkan sejumlah bantuan kepada kelompok tani.

Bantuan itu terdiri atas 2.000 liter pupuk organik cair, 2.365 kilogram benih padi sebar, lima unit kultivator, 20 unit hand sprayer elektrik, serta dua unit pompa air pinggang 3 inch.

Menurutnya, musyawarah tani ini upaya mengatasi dampak perubahan iklim melalui perluasan implementasi teknologi untuk peningkatan indeks pertanaman dan luas tambah tanam sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini.

Baca Juga:  Lepas Jenazah Camat Ujung Pandang, Danny Pomanto: Makassar Kehilangan Pamong Terbaik

Munafri menilai, perubahan iklim dan musim kering berkepanjangan menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan pertanian, khususnya dalam memastikan ketersediaan air.

Ia mengaku telah turun langsung melihat kondisi masyarakat di sejumlah wilayah.

Persoalan ketersediaan air bukan hanya berdampak terhadap sektor pertanian, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.

“Karena itu, pemerintah kota memastikan berbagai kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, termasuk memberikan dukungan agar aktivitas pertanian tetap berjalan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” terangnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu mengungkapkan Kota Makassar merupakan kota dengan keterbatasan lahan pertanian.

Kondisi tersebut membuat pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pola pertanian konvensional, tetapi harus mulai memperluas penggunaan teknologi.

“Dengan lahan yang tidak tersedia dalam jumlah besar, kita berharap pembangunan ke depan menggunakan teknologi-teknologi pertanian,” jelasnya.

Salah satu yang tengah dirancang Pemerintah Kota Makassar yakni pembangunan sejumlah greenhouse berbasis teknologi Internet of Things (IoT).

Greenhouse tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga produktivitas tanaman agar tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Pamit dari Gerindra, PPP: Selamat Datang, Selamat Bergabung

“Dengan greenhouse, kita berharap ke depan tidak lagi terlalu tergantung dengan cuaca, tetapi bagaimana produktivitas pertanian ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Munafri mencontohkan sejumlah negara maju yang mampu mengoptimalkan lahan terbatas dengan dukungan teknologi pertanian.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi referensi bagi Makassar untuk mengembangkan pertanian perkotaan.

Dia menegaskan, pengembangan teknologi tidak berarti meninggalkan sektor persawahan. Produktivitas lahan sawah tetap akan ditingkatkan melalui peningkatan intensitas tanam dan dukungan sarana pertanian.

“Kalau sawah, tetap kita akan jalan juga dengan meningkatkan intensitas panennya dan tentu akan disupport dengan teknologi yang ada,” tuturnya.

Tak hanya itu, politisi Golkr itu juga menekankan potensi peningkatan indeks pertanaman pada lahan sawah yang tersedia di Makassar.

Dia menyebut, lahan sekitar 20 hektare yang saat ini memasuki musim tanam kedua telah menunjukkan potensi produktivitas yang cukup baik.

Dengan dukungan teknologi dan pengelolaan yang tepat, lahan tersebut bahkan diharapkan dapat ditingkatkan menjadi tiga kali musim tanam.

“Ini kan musim tanam kedua, mereka sudah bisa panen. Luasannya kurang lebih 20 hektare. Kemudian bisa tiga kali tanam. Ini sangat luar biasa,” katanya.

Share :

Baca Juga

SOPPENG

Dihadiri Wabup, Polres Soppeng Gelar Tausiah dan Doa Bersama Dipimpin Ustaz Das’ad Latif

PINRANG

UPT SDN 13 Pinrang Terus Berbenah

Sulsel

Munafri Raih Penghargaan Nasional, Komitmen Pemerataan Pendidikan hingga Kepulauan

Sulsel

Tak Hanya Kirim Tangki, Pemkot Makassar Siapkan Sumur Bor Dalam Atasi Kekeringan

Sulsel

Wali Kota Munafri Kenalkan dan Ajak Mahasiswa Baru Manfaatkan Fasilitas MCH dan Lontara Plus

Sulsel

Solusi Krisis Air Bersih, Munafri Kerahkan Mobil Tangki ke Puluhan Titik dan Siapkan 18 SPAM Jangka Panjang

ENREKANG

Bank Sampah Massenrempulu Diresmikan, Ekonomi Hijau Bergerak

PINRANG

DPRD Pinrang Menyepakati Nota Kesepakatan Rancangan KUPA dan PPASP Tahun Anggaran 2026