Menurutnya, transparansi dalam proses penerimaan peserta didik, pengelolaan anggaran, peningkatan prestasi sekolah dan siswa. Juga respons cepat terhadap berbagai persoalan di lingkungan pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Fadel juga menilai capaian Dinas Pendidikan Makassar di tingkat nasional menjadi salah satu indikator positif dari upaya pembenahan tersebut.
Salah satunya adalah Penghargaan Apresiasi Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada Mei 2026.
“Di tingkat nasional, seperti Penghargaan Apresiasi Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI pada Mei 2026, menjadi bukti bagaimana Disdik mampu berakselerasi semakin baik,” katanya.
Fadel menegaskan, BADKO HMI Sulsel tidak ingin berbagai capaian positif tersebut berhenti begitu saja, perlu dikawal dengan baik.
Karena itu, BADKO HMI menyatakan kesiapan untuk ikut mengawal, menjaga, sekaligus membersamai Pemerintah Kota Makassar, khususnya Dinas Pendidikan, dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan ke depan.
Ia menekankan, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, mahasiswa dan masyarakat diperlukan untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan sesuai kebutuhan peserta didik.
“Tentu kita tidak mau Dinas Pendidikan mengalami kemunduran lagi. Oleh karena itu, kami siap untuk mengawal, menjaga dan membersamai Dinas Pendidikan Kota Makassar,” tegasnya.
Dia mengatakan, rencana Konferensi Pendidikan menjadi salah satu bentuk konkret kontribusi HMI dalam memberikan ruang diskusi dan gagasan terhadap persoalan pendidikan di Kota Makassar.
Fokus utama kegiatan tersebut nantinya diarahkan pada penguatan karakter siswa dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Menurut Fadel, nilai-nilai pangadakkang yang mencakup moral, etika dan adab harus kembali mendapatkan perhatian serius dalam proses pendidikan.
“Fokus karakter siswa dan tenaga pendidik. Pangadakkang atau moral dan adab yang menjadi perhatian serius, menjadi tanggung jawab kita semua,” ucap Founder Makassar Youth Space (MYS) tersebut.
Pertemuan dengan Wali Kota Makassar itu diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun ruang kolaborasi yang lebih luas antara Pemerintah Kota Makassar dan elemen mahasiswa dalam mengawal pembangunan sektor pendidikan.
Selain menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu melahirkan gagasan baru untuk memperkuat pendidikan di Kota Makassar.
“Ini tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi muda Makassar yang berkarakter, berintegritas,” tutupnya.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memberikan apresiasi kepada BADKO HMI dalam mengawal kebijakan dan program di dunia pendidikan.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















