Ia menjelaskan, pembangunan Jalan Beton Romang Tangayya – Tamangapa memiliki panjang sekitar 1 kilometer dengan lebar 4 meter.
Jalan tersebut berada di Kampung Romang Tangayya, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, dan menjadi bagian dari upaya pemerintah kota meningkatkan konektivitas sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.
Sebelum dibangun, kondisi jalan tersebut masih berupa jalan tanah. Kondisi itu membuat akses warga menjadi cukup sulit, terutama ketika memasuki musim hujan karena permukaan jalan mudah berlumpur dan sulit dilalui kendaraan.
Melalui proyek ini, jalan tersebut direkonstruksi menggunakan konstruksi beton sehingga diharapkan dapat memberikan akses yang lebih layak bagi masyarakat.
“Jalan yang sebelumnya masih berupa tanah ini kita lakukan rekonstruksi beton. Harapannya akses masyarakat bisa lebih mudah dan mobilitas warga semakin lancar,” jelasnya.
Dengan terbukanya akses langsung, masyarakat memiliki jalur yang lebih efisien untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya memperpendek waktu tempuh, keberadaan jalan tersebut diharapkan turut memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Akses yang lebih baik akan memudahkan masyarakat dalam menjangkau fasilitas pendidikan, kesehatan, perdagangan maupun pusat-pusat pelayanan lainnya.
Zuhaelsi menyebutkan, pekerjaan pembangunan Jalan Beton Romang Tangayya–Tamangapa dilaksanakan mulai 13 Juli hingga 10 Oktober 2026.
Pembangunan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Pokok Kota Makassar Tahun Anggaran 2026.
Selaku Dinas PU Makassar, ia memastikan pembangunan infrastruktur jalan terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya membuka kawasan yang selama ini terkendala akses.
“Pembangunan Jalan Beton Romang Tangayya menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus memastikan masyarakat di kawasan pinggiran memperoleh akses infrastruktur yang layak,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















