“Sudah ada kegiatan lokal, kegiatan nasional, dan kegiatan internasional,” ungkap Munafri.
Pemkot Makassar ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun klaster ekonomi kreatif di Kota Makassar.
Dengan adanya klaster, berbagai pelaku ekonomi kreatif dapat saling terhubung, berbagi pengetahuan, membangun kolaborasi, serta membuka peluang pasar baru.
“Artinya, untuk mendapatkan di Kota Makassar itu, kita sudah bisa membuat satu klaster ekonomi kreatif,” ujarnya
Dalam pengembangan MCH, Munafri mengatakan Pemkot Makassar tidak membatasi konsep creative hub hanya pada satu bangunan atau fasilitas milik pemerintah.
Menurutnya, pengembangan ruang kreatif dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kolaborasi dengan pihak swasta, pusat perbelanjaan, komunitas, maupun pemangku kepentingan lainnya.
Munafri menegaskan, pendekatan kolaboratif tersebut penting agar pemerintah tidak harus membangun seluruh fasilitas secara mandiri.
“Dengan menggandeng pihak lain, ruang-ruang kreatif dapat diperluas dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” terangnya.
Ia menyebut, salah satu pengembangan MCH juga dilakukan melalui kerja sama pemanfaatan fasilitas di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Makassar.
Hal tersebut menunjukkan bahwa konsep creative hub dapat ditempatkan di berbagai ruang yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat.
Ke depan, Pemkot Makassar juga berencana memperluas konsep creative hub hingga ke tingkat kecamatan.
Munafri mengatakan, Kota Makassar memiliki 15 kecamatan sehingga pengembangan ruang kreatif diharapkan dapat dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah.
Menurut dia, target tersebut tidak mungkin diselesaikan hanya dalam satu tahun. Karena itu, pemerintah akan melakukan pengembangan secara bertahap dalam rentang waktu lima tahun.
“Kami punya 15 kecamatan. Berjalannya di semua kecamatan harus dimiliki. Walaupun kita melaksanakan ini dalam rentang waktu lima tahun,” jelasnya.
Bagi Appi, yang terpenting adalah memulai proses tersebut dan terus memperluas akses ruang kreatif secara bertahap.
Konsep setiap creative hub nantinya tidak harus sama. Masing-masing dapat memiliki tema dan karakter yang berbeda sesuai dengan potensi wilayah.
Namun, seluruhnya tetap diarahkan menjadi ruang literasi, interaksi, kreativitas, dan pengembangan aktivitas masyarakat, terutama generasi muda.
Munafri menilai, keberadaan ruang publik kreatif memiliki peran penting dalam pembangunan kota.
Ruang tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar, berinteraksi, berkolaborasi, mengembangkan keterampilan, hingga menciptakan aktivitas ekonomi.
Karena itu, Pemerintah kota akan terus mendorong keberadaan ruang-ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Sehingga ke depan bisa memberikan dampak langsung terhadap proses pembangunan,” ujarnya.
Appi berharap pengembangan ruang kreatif tersebut dapat memberikan akses yang semakin mudah kepada masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh peluang ekonomi.
Dalam talkshow tersebut, Munafri juga mengaitkan pengembangan ekonomi kreatif dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, program pemberdayaan melalui MCH diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya berkontribusi terhadap penanggulangan kemiskinan.
Ia melihat adanya hubungan antara peningkatan akses keterampilan, kesempatan kerja, kewirausahaan, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Karena itu, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan peluang ekonomi sendiri.
“Semoga bisa menjadi akses dan memudahkan serta mendatangkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” harapnya.
Dengan demikian, MCH diarahkan bukan sekadar menjadi fasilitas kreatif, melainkan bagian dari ekosistem pembangunan yang mempertemukan talenta.
Keterampilan, pendidikan, dunia kerja, kewirausahaan, dan industri kreatif dalam satu ruang kolaborasi untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat Kota Makassar.
Munafri Menambahkan, MCH merupakan bagian dari strategi Pemkot Makassar untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada generasi muda dalam menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya.
Ia ingin agar anak muda Makassar tidak hanya menjadi pengguna fasilitas, tetapi mampu menjadi pencipta karya, inovator, pelaku usaha, dan bagian penting dari pertumbuhan ekonomi kreatif Kota.
Melalui ruang yang terbuka, fasilitas yang dapat dimanfaatkan secara gratis, jejaring kolaborasi, serta dukungan pengembangan keterampilan, Pemkot Makassar berharap semakin banyak potensi anak muda yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan dan peluang.
“Kita ingin Makassar Creative Hub ini menjadi ruang kolaborasi Makassar untuk menciptakan langsung peluang, minat, bakat generasi muda di Makassar,” tutup Munafri.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















