Home / Sulsel / Wajo

Senin, 5 Oktober 2020 - 14:56 WIB

Pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Desa Awo Keera Disosialisasikan

MEDIASINERGI.CO WAJO — Rehabilitasi hutan dan lahan adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.

Hal itu disampaikan Bupati Wajo H. Amran Mahmud saat memberikan sambutan pada sosialisasi pelaksanaan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan Desa Awo Kecamatan Keera, Senin, 5 Oktober 2020 di Ruang Pola Kantor Bupati..

Dikatakan bahwa, sesuai dengan Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor : 532/3064/dishut Tanggal 6 Mei 2020 perihal survey dan ground check rencana kegiatan rehabilitasi DAS PT. Vale Indonesia, di mana PT Vale sebagai pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) mempunyai kewajiban melakukan penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS dalam upaya memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi DAS di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Masjid Jami’atul Khaeriyah Gelar Khataman Al-Qur’an Nasional, Program 350.000 Kali Sehari

“Berdasarkan hal tersebut, Kabupaten Wajo mendapat alokasi rehabilitasi DAS seluas 750 ha, yang berlokasi di kawasan hutan lindung yang terletak di Desa Awo Kecamatan Keera,” jelasnya.

Amran Mahmud menjelaskan, rencana kegiatan ini telah dilakukan sosialisasi oleh KPH Walannae, namun jumlah warga yang mendapat sosialisasi sangat sedikit. Hal ini dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi berkumpulnya orang dalam jumlah banyak.

“Hal ini berakibat terjadinya aksi masyarakat yang melakukan demo ke DPRD Kabupaten Wajo pada tanggal 30 Juli 2020, yang mempertanyakan keberadaan patok yang dipasang oleh KPH Walannae. Menurut warga, pematokan dilakukan tanpa melalui sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat yang menggarap kebun di wilayah tersebut, sehingga masyarakat merasa tidak mendapat keadilan,” jelasnya.

Baca Juga:  Prof Zudan Dorong Budaya Olahraga Bersama Pegawai

Tindak lanjut terhadap aksi ini, lajutnya, Komisi 2 dan 3 DPRD telah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi-lokasi yang diprotes oleh warga pada tanggal 5 Agustus 2020.

“Dimana saat yang sama, saya bersama Wakil Bupati Wajo menerima Laskar Anti Korupsi (LAKI) yang menyuarakan aspirasi warga Desa Awo perihal pematokan yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan,” ucapnya.

Orang nomor Satu di Bumi Lamaddukkelleng ini mengatakan, selnajutnya, warga mengajukan aduan melalui Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, dan telah dilaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada tanggal 13 Agustus 2020, yang merumuskan membentuk tim investigasi bersama yang melibatkan semua pihak untuk mengetahui persoalan secara utuh terkait pematokan lahan di Keera dan memperbanyak sosialisasi.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Antrean BBM Mulai Longgar, Disdik Makassar Kembalikan Siswa TK-SMP ke Sekolah Mulai Besok

Sulsel

Kekeringan Meluas, BPBD Makassar Kerahkan 25 Armada Salurkan Air ke 26888 Kepala Keluarga

Sulsel

Teguhkan Langkah Membangun Teknorasi Sains Perikanan, Ukhy Sukirman Lanjut Profesi Insinyur Unhas Perkuat Potensi Daerah

SOPPENG

Satlantas Polres Soppeng Bagikan Sembako dan Air Minum Rangkaian HUT ke 71 Lalu Lintas

ENREKANG

Kadis Dikbud Enrekang Lepas Kontingen GSI ke Tingkat Provinsi

Makassar

Kursi Menkeu Berganti, Rakyat Menunggu Bukti

PINRANG

Pemkab Pinrang mendukung Pemprov Sulawesi Selatan Mengamankan Distribusi BBM dan LPG Bersubsidi

Sulsel

Komisi B DPRD Makassar Apresiasi Kesiapan PDAM Hadapi Kemarau Panjang