Home / Sulsel

Selasa, 21 September 2021 - 12:32 WIB

Buka Analysis Bottleneck, Kepala Bappelibngda: Wajo Urutan Kedua Angka Perkawinan Anak di Sulsel

Sosialisasi analisis Bottleneck Upaya Pencegahan Perkawinan Anak yang dilaksanakan Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone kerjasama dengan UNICEF di Aula Pertemuan Hotel Sermani Sengkang, Selasa, 21 September 2021

Sosialisasi analisis Bottleneck Upaya Pencegahan Perkawinan Anak yang dilaksanakan Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone kerjasama dengan UNICEF di Aula Pertemuan Hotel Sermani Sengkang, Selasa, 21 September 2021

MEDIASINERGI.CO WAJO — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Wajo Andi Pallawarukka, mewakili Bupati Wajo menghadiri dan membuka Sosialisasi analisis Bottleneck Upaya Pencegahan Perkawinan Anak.

Analysis Bottleneck Pencegahan Perkawinan Anak “Program Berani” yang digelar di Aula Pertemuan Hotel Sermani Sengkang, Selasa, 21 September 2021 dilaksanakan Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone kerjasama dengan UNICEF dan digelar selama 2 hari.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala UNICEF Perwakilan Wilayah Sulawesi Maluku Hengky Wijaya dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Prov Sulsel, Hj. Fitriah Zainuddin. Selain itu juga dihadiri secara virtual oleh Perwakilan Kedutaan Besar Kanada, Novi Anggraini

Kepala Bappelitbangda Andi Pallawarukka menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada UNICEF yang telah memilih Kabupaten Wajo dalam Analysis Bottleneck Pencegahan Perkawinan Anak. Pasalnya Wajo merupakan urutan ke II angka perkawinan anak di Sulsel.

“Kegiatan Analysis Bottleneck ini sangat dibutuhkan untuk bagaimana mengentaskan perkawinan anak di Bumi Lamaddukkelleng ini,” ujarnya.

Menurutnya, permasalahan perkawinan anak usia dini ini langsung menyentuh tiang negara. Karena permasalahan ini menjadi ancaman bagi keluarga. Kalau keluarga lemah jangan harap negara bisa kuat. Pasalnya salah-satu penyebab terjadinya perkawinan anak karena keluarga lemah. “Dalam mencegah perkawinan anak harus diikuti kemapuan membentuk keluarga yang baik,” ungkapnya.

Pallawaukka mengharapkan, Analysis Bottleneck selama dua hari kedepan mendapatkan hasil yang lebih baik untuk bisa meminimalisir dan bahkan mencegah perkawinan anak dibawah umur.

Sementara, Kepala UNICEF Perwakilan Wilayah Sulawesi Maluku Hengky Wijaya mengungkapkan, kalau memilih Kabupaten Wajo, karena tingginya angka perkawinan anak.

Hengky Wijaya menyebutkan bahwa, berdasarkan data tahun 2019, angka perkawinan anak di Wajo tinggi mencapai 24 persen. Sementara rata-rata angka perkawinan anak Susel hanya 12 persen.

“Untuk mencegah dan mengantisipasi perkawinan dini, Pemprov sejak 2018 telah mengeluarkan Pergub terkait dengan pencehana perkawinan anak,” ujarnya.

Hengky mengharapkan melalui analysis Bottleneck, ada solusi yang bisa dihasilkan untuk bagaimana angka perkawinan anak ini bisa dicegah. “Pengalaman di Bone, salah-satu upaya yang dilakukan adalah mengentaskan anak putus sekolah. Pasalnya anak putus sekolah ini menjadi salah-satu penyebab perkiwanan dini,” pungkasnya.(syaf)

Editor: Manaf Rachman

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Tak Lagi Kenal RS Tipe A-B-C, Kota Makassar Siap Terapkan Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi

PINRANG

Pemerintah Kabupaten Pinrang Mendorong Tumbuhnya Budaya Hidup Bersih dan Sehat

Sulsel

Berdiri di Garis Depan, Andi Tenri Uji Perjuangkan Nasib 6000 PPPK Paruh Waktu Makassar

SOPPENG

Ketua PWI Sulsel Serahkan PWI AWARD kepada Bupati Soppeng

Sulsel

Peringati Hari Jadi Sulsel ke-357, Wabup Takalar Ikuti Jalan Sehat Anti Mager di Makassar

PINRANG

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di UPT SDN 240 Pinrang Berlangsung Khidmat

Sulsel

Bupati Takalar Buka Festival Pondok Pesantren Tahun 2026

PINRANG

Bupati Pinrang Menyerahkan Secara Simbolis Bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE)

Tinggalkan Komentar