MEDIASINERGI.CO SINJAI — Upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Sinjai dibuktikan Pemerintah Kabupaten.
Selama tiga tahun terakhir, sejumlah jaringan irigasi diperbaiki atau direhabilitasi untuk mengembalikan fungsi irigasi itu sendiri sudah 32 buah irigasi.
Bupati A Seto Asapa (ASA) menganggap, perbaikan infrastruktur pertanian melalui jaringan irigasi menjadi faktor yang sangat penting dalam proses usaha tani yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan luas areal tanam.
Tujuannya agar produktivitas sawah tadah hujan yang biasanya panen sekali dalam setahun, bisa panen sampai tiga kali dalam setahun. Dengan begitu, dapat menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Sinjai.
“Tentu perputaran ekonomi masyarakat khususnya petani bisa bergairah karen hasil panen yang bisa dinikmati, bahkan dijual sampai tiga kali dalam setahun,” pungkasnya.
Terpisah, Pejabat Fungsional Pelaksana Pengelola SDA Bidang PSDA Dinas PUPR Sinjai, M. Ridwan Jaya membenarkan, perbaikan jaringan irigasi di Kabupaten Sinjai selama tiga tahun terakhir cukup banyak. Nilainya mencapai Rp48,14 miliar lebih.
Ridwan membeberkan lengkap jaringan irigasi yang dikerjakan dari tahun 2019 sebanyak 2 buah dengan anggaran Rp15,39 miliar lebih, di tahun 2020 13 buah irigasi dengan anggaran Rp15,07 miliar serta di tahun 2021 17 buah irigasi dengan total anggaran Rp17,68 miliar lebih.
















