MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Untuk menghidupkan pariwisata di Sulsel hanya ada tiga hal yang perlu diperhatikan yakni melalui atraksi, abilitas dan aksesibilitas. Jadi titik point tentang aksesibilitas itu penting, karena punya nilai yang strategis dalam mengembangkan wisata termasuk akses udara dan darat serta sarana perhotelan.
Demikian dikatakan Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga dalam sambutannya pada pembukaan Rakerda III PHRI Sulsel yang berlangsung Sabtu, 5 Februari 2022 di Hotel Claro, yang dihadiri Kadis Pariwisata Sulsel, Prof Jufri yang mewakili Plt Gubernur Sulsel.
Dikatakan, keterbatasan penerbangan yang terhenti menjadikan angka ocupansi hotel mengalami kemunduran.
Agar semakin banyak penerbangan datang ke Makassar, kata dia maka perlu ada insentif kepada dunia penerbangan dengan cara menambah kapasitas di atas 50 persen.
Anggiat Sinaga mengatakan, jika angka ocupansi naik, maka ada sekitar 101 dunia usaha akan bergerak, mulai dari penjual sayur hingga UMKM yang menyiapkan cinderamata.
“PHRI akan membuat seminar ilmiah tentang ikan bolu yang luar biasa miliki efek buat kesehatan. Sehingga ikan bolu yang dikenal di Jawa sebagai ikan Bandung, padahal ikan bolu Sulsel juga sangat terkenal,” ujar Anggiat Sinaga.
















