MEDIASINERGI .CO WAJO — Disprindapkop Kabupaten Wajo kerjasama Bank Sulselbar Cabang Sengkang melakukan sosialisasi pembayaran retribusi melalui pembayaran aplikasi QRIS di Pasar Sentral Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan .
H.Yunus,S.Sos,M.Si Kepala Bidan Pengelolaan Pasar Disperindagkop UKM mengatakan kegiatan hari Rabu kami mensosialisasi pembayaran retribusi pasar melalui aplikasi QRIS berkerjasma dengan Bank Sulselbar Cabang Sengkang. Di pasar sentral Siwa ada 70 kios bertingkat dengan adanya pembayaran retribusi pasar dan pajak menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mempermuda pedagang dalam pembayaran distribusi pasar
“Melalui pembayaran digitalisasi QRIS untuk mempermuda para pedagang melakukan pembayaran retribusi. Agar bisa lancar, terjaga dan aman,”jelas H.Yunus, yang biasa disapa H Nunu dihadapan para pedagang pasar sentral Siwa Rabu 27 Juli 2022.
H.Yunus juga meminta maaf karena kadis Disprindapkop tidak sempat hadir karena agenda lain yang tak kalah penting sekaligus mengucapkan terimakasih kepada Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Sentral Siwa H Rukman Nawawi atas kerjasamanya selama ini dalam berkordinasi penataan pengelolaan padar dan membatu menyelesaikan bila mana ada permasalahan di pasar Siwa.
“Memang sangat perlu kerjasama dan koordinasi semua pihak dalam penataan dan pengelola pasar demi kenyamanan para pedagang dan pembeli dalam bertransaksi dalam pasar,”katanya .
Sementara Basri Tappa selaku Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Sengkang, mengunkapkan bahwa salah satu inovasi yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Wajo pada Tahun 2022 adalah pembayaran E-retribusi melalui Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS).Untuk meningkatkan pemahaman publik pada umumnya, dan pedagang pasar pada khususnya, maka kita hadir dipasar Siwa melakukan tata cara pembayaran E-Retribusi melalui Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS).
“Melalui kerja sama Dindagkop UKM Kabupaten dengan Bank Sulselbar cabang Sengkang. Nantinya, pembayaran dilakukan melalui scan pada barcode yang ditempel di los maupun kios masin-masin pedagang pasar, dengan bantuan alat M-POS”kata Basri saat sosialisasi kepada para pedagang pasar Siwa.
Saat ini, program Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS) masih dikembangkan oleh TSI pusat jadi sangat perlu di sosialisasikan,tujuannya mempermuda pembayaran, mengurangi resiko,selain aman juga sehat, karena tidak lagi menggunakan uang tunai,itu bebas biaya administrasi,katanya
Selain itu juga membantu menutupi kerugian pemerintah karena terlalu banyak biaya cetak uang kertas rusak yang banyak beredar.
“Kita harus memulai dan membiasakan menggunakan QRIS, apalagi pemerintah secara bertahap terus mengurangi mencetak uang kertas. Jadi nanti tidak ada lagi uang tunai, semua proses pembayaran tinggal scan saja,”ulasnya
Jadi mulai sekarang kita dorong dan mengajak pedagang atau penjual untuk menggunakan sistem transaksi digital melalui QRIS dan bisa transaksi Katanya.
Kordinator Pasar Sentral Siwa Anton,S.Sos dengan menggunakan QRIS, pembayaran retribusi pasar dengan cara yang cepat sampai ke kas daerah. Karena dengan menggunakan QRIS pedagang yang membayar retribusi tidak lagi menggunakan uang tunai.
















