Home / Tak Berkategori

Kamis, 15 September 2022 - 18:04 WIB

Tekan Stunting, BKKBN Bersama Pemkab Wajo Canangkan Kampung KB dan Luncurkan Dashat

MEDIASINERGI.CO WAJO — Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengakui bahwa program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) sangat berpengaruh dalam upaya menekan angka stunting yang saat ini jadi fokus nasional. Dirinya pun menyerukan agar program ini dimasifkan di seluruh tingkatan pemerintahan.

Amran Mahmud menekankan hal itu saat pencanangan Kampung KB sekaligus peluncuran Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) tingkat Kabupaten Wajo di Desa Sogi, Kecamatan Maniangpajo, Kamis (15/9/2022).

Rangkaian dari pemberdayaan kelompok masyarakat di Kampung KB dalam rangka penurunan stunting di Wajo ini, dihadiri Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN RI), Muhammad Rizal Martua Damanik, bersama istri serta jajaran.

Baca Juga:  Pimpin Rapat Optimalisasi Pendapatan Daerah, Ini Harapan Wakil Bupati Wajo

Amran Mahmud berharap pembentukan Kampung KB yang merupakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terutama yang berada di wilayah terpencil, tertinggal, pesisir, pegunungan, hingga wilayah padat penduduk dan daerah-daerah miskin.

Amran Mahmud menjelaskan, di Wajo sejak 2016 hingga 2022 ini telah terbentuk 90 Kampung KB di 14 kecamatan yang akan dijadikan sebagai proyek percontohan. Ke depan jumlahnya diharapkan terus bertambah.

“Apabila berhasil maka insyaallah secara bertahap pada tahun-tahun mendatang akan dikembangkan jumlahnya dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah,” terang kepala daerah bergelar doktor ini.

Baca Juga:  Bupati Pangkep Yakin Budidaya Tanaman Hortikultura Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Terkait program Dashat, Amran Mahmud menjelaskan ini merupakan salah satu program yang dicanangkan BKKBN sebagai upaya penurunan stunting. “Dijadikannya Kampung KB sebagai basis pengembangan Dashat berdasarkan pada realita bahwa di Kampung KB sistem pengelolaan kegiatan terutama yang terkait dengan Bangga Kencana (pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana) telah berjalan dengan baik,” jelasnya.

Amran Mahmud berharap pencanangan Kampung KB dan peluncuran Dashat tidak sekadar seremonial. Sebaliknya, jadi pemicu untuk berbuat lebih baik ke depannya. Berkaca pada Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Wajo berada pada angka 22,4 persen. Angka ini termasuk terendah di Sulsel.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Dampingi Menag RI Canangkan Gerbang Moderasi Indonesia Pertama di Makassar

Jakarta

46 Tahun Yayasan Astra – YDBA Dampingi UMKM Naik Kelas ke Rantai Pasok Industri

SOPPENG

Mutasi Besar-besaran, Bupati Soppeng Lantik 222 Pejabat

Sulsel

Kota Makassar Dapat 30 Kuota Revitalisasi Sekolah, Achi Soleman: Sekolah di Kepulauan Sangkarrang Jadi Perhatian

Sulsel

Munafri Minta Nobar Piala Dunia 2026 di 15 Kecamatan, Hadirkan Pemberdayaan PKL

OPINI

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola

Sulsel

Munafri Minta Nobar Piala Dunia 2026 di 15 Kecamatan, Hadirkan Pemberdayaan PKL

Sulsel

Sembilan Fraksi Setujui Ranperda APBD 2025, Bupati Daeng Manye: Kolaborasi Hadapi Keterbasan Anggaran