Oleh H. Manaf Rachman
MEDIASINERGI.CO. MAKASSAR — Innalilahi Wainnailehi Rajium telah berpulan kerahmatullah salah seorang wartawan senior di Sulawesi Selatan, Usdar Nawawi sontak membuat banyak orang kaget, tidak terkecuali kerabat dekat almarhum. Karena sebelumnya almarhum tidak pernah dikabarkan sakit dan tiba-tiba meninggal dunia di hari Minggu, 25 September 2022 Siang di rumah kediaman di Jalan Lasuloro Dalam V nomor 37. Makassar.
Media sosial pun ramai dengan ucapan belangsukawa dan berduka cita atas kematian almarhum yang tiba-tiba di usia 63 tahun. Almarhum merupakan putra daerah asal Bulukumba Sulsel.
“Innalilahi wa innailaihi Raji’un, dunia Jurnalis di Sulsel kembali berduka, salah seorang wartawan senior Usdar Nawawi berpulang ke Rahmatullah Minggu siang,” begitu chat melalui WA grup jurnalis.
Kepergian almarhum tidak memberikan sinyal kepada keluarga, almarhum Usdar Nawawi diperkirakan meninggal di kediamannya sekitara jam 12.40 WITA.
Salah seorang kerabat dekat almarhum menuturkan, pada Minggu pagi almarhum membenahi uruh administrasi dan surat-surat terkait dengan media online Bugis Pos yang dipimpinnya, namun ketika membenahi dokumen, almarhum mencari arsip pajak perusahaan yang tidak ditemukan sehingga almarhum meminta salah seorang keluarganya ke kantor redaksi di jalan Inspeksi PAM.
Belum sempat membawa surat dokumen dari kantor yang diinginkan almarhum, dari rumah
diterima kabar melalui telepon kalau Pak Usdar Nawawi tidak enak badan dan batuk-batuk,
sehingga keluarga dekat pun kembali ke rumah untuk melihat kondisi Usdar Nawawi. Namun, sesampainya di rumah, almarhum sudah tidak sadarkan diri, sehingga pihak keluarga membawa lari Usdar Nawawi ke RS Hermina di kawasan jln Toddopoli dan dari petugas kesehatan rumah sakit menyatakan bahwa Usdar Nawawi sudah beberapa menit lalu meninggal.
Itulah pengakuan istri almarhum yang disampaikan kepada kerabat wartawan yang datang
melayat di rumah duka.
Almarhum selama hidupnya tidak pernah mengeluh sakit dan memang almarhum juga sangat takut memeriksakan diri ke dokter, sehingga almarhum tidak memiliki rekam medis menderita penyakit tertentu.
”Keluhan sebelum meninggal hanya sesak dan batuk-batuk biasa, sehingga keluarga meminta almarhum untuk beristirahat dulu dan untuk tidak melanjutkan pembenahan berkas dokumen kantor dan saat itulah almarhum tidak sadarkan diri hingga dilarikan ke RS Hermina,” ungkap kerabat almarhum lainnya.
















