MEDIASINERGI.CO WAJO — Langkah dan kebijakan Bupati Wajo dan Wakil Bupati Wajo, Amran Mahmud-Amran, menghasilkan berderet penghargaan untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo sepanjang 2022. Pengakuan yang datang, baik dari tingkat provinsi hingga nasional, itu menjadi bukti tangan dingin kepemimpinan duo Amran.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, setidaknya ada 34 penghargaan didapatkan daerah berjuluk Bumi Lamaddukelleng ini sepanjang tahun, sejak Januari hingga Desember.
Ke-34 penghargaan itu terdiri atas 16 penghargaan nasional dan 18 penghargaan dari tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam berbagai kegiatan seremonial, penghargaan diterima langsung, baik Bupati, Wakil Bupati, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda, hingga kepala perangkat daerah lingkup Pemkab Wajo ataupun lainnya yang mewakili.
Selain dalam wujud penghargaan, beberapa prestasi juga ditorehkan, seperti best practice dari Wajo, yaitu Aplikasi Go Cantik Upaya Penanggulangan Dengue yang dipaparkan Bupati Wajo pada Forum Nasional Web Seminar (Webinar) ASEAN Dengue Day, beberapa waktu lalu.
Selain itu, Wajo terpilih dalam pendampingan Gerakan Menuju Smart City untuk 2023. Hanya tiga daerah di Sulsel yang mendapatkan program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI ini. Termasuk, kerja sama Badan Pangan Nasional, Wajo telah menyuplai cabai ke daerah luar Sulsel untuk membantu menjaga kestabilan harga.
Lalu, Pemkab Wajo yang diwakili Kepala Bappelitbangda, Andi Pallawarukka, yang juga Ketua Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Wajo diundang WHO Regional Asia Tenggara menjadi pembicara pada forum internasional bertajuk Regional Meeting with Mutisectoral Partners on Urban Governance and Well-being in South-East Asia Region di Bangkok, Thailand. Dari Indonesia, hanya Wajo dan Kota Semarang (Jawa Tengah).
Kemudian, capaian hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wajo tertinggi di Sulsel, serta sejumlah prestasi lainnya.
Teranyar, Pemkab Wajo memborong tiga penghargaan sekaligus dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulsel. Penghargaan pertama karena dukungan Pemkab Wajo terkait Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kedua, komitmen dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar. Ketiga, keberhasilan dalam membina program sekolah penggerak sebagai best practice.
















