Home / Sulsel

Sabtu, 15 April 2023 - 09:38 WIB

Andi Amran Sulaeman: Pertumbuhan Ekonomi Baru Ada di Indonesia Timur

Laporan H. Manaf Rachman

Menteri Pertanian RI priode 2014 – 2019 Dr.Andi Amran Sulaeman mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi baru akan muncul dari Kawasan Timur Indonesia (KTI), yang akan menggeser posisi Pulau Jawa.
Andi Amran  mengatakan hal itu kepada para jurnalis yang diundang berbuka puasa bersama oleh Mantan Menteri Pertanian priode pertama Presiden Jokowi di gedung AAS Building, Jumat, 14 April 2023.

Dikatakan, jika melihat potensi sumberdaya alam yang terkandung di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua, pada umumnya memiliki cadangan tambang nikel terbesar, yang nantinya bisa membawa Indonesia Timur menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru.
Cadangan nikel tersebut nantinya akan diolah menjadi baterai untuk menghidupkan listrik, kendaraan roda dua dan roda empat serta peralatan rumah tangga lainnya.

Potensi cadangan nikel tersebut tidak akan habis hingga 50 tahun ke depan, sehingga Andi Amran yakin industri nikel di kawasan Timur Indonesia akan bangkit.

Konsumsi nikel dari Indonesia menjadi daya tarik dari dua negara raksasa dunia yakni Cina dan Amerika yang banyak menggantungkan industrinya pada baterai penggerak listrik.

Namun yang menjadi masalah saat ini adalah, anjut Amran, adalah jangan sampai cadangan nikel tersebut diberikan pengelolaannya kepada pihak asing, padahal para pejuang bangsa ini  dengan  rela mengorbankan jiwa raganya untuk memerdekakan negeri ini.

“Mari kita bangkitkan industri nikel di negara kita sendiri dengan melibatkan tenaga lokal yang ada, sehingga kita tidak dipermainkan oleh pemilik modal dari luar negeri yang seenaknya menjual isi perut tanah air kita,” ungkap Amran.

Disinilah tugas pers untuk menjadikan sumberdaya nikel itu menjadi industri besar di tanah air. Wartwanlah yang harus menulis dan memberitakan potensi nikel tersebut, karena jangan sampai pihak asing menguras hasil tambang dengan menggunakan segala macam cara itu tidak mendapat sorotan dari media atau wartawan.

“Wartawan jangan diam jika di depan matanya terjadi hal hal yang bisa merugikan masyarakat umum, khususnya terkait dengan pengelolaan hasil tambang nikel,” ujarnya.

Terkait dengan penggunaan tenaga kerja asing, Andi Amran menilai sebuah langkah keliru dan pecundang jika kita lebih mementingkan tenaga asing tersebut, padahal yang berjuang untuk merebut kemerdekaan itu adalah rakyat, sehingga rakyat Indonesialah yang berhak menikmati hasil kemerdekaan tersebut, bukan pihak asing, lanjut Andi Amran.

Amran mengajak para jurnalis untuk  berani menulis jika rakyat disalimi oleh pengusaha maupun  penguasa.(*)

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

DPRD Makassar Dorong Regulasi Parkir, Persolan Jukir dan Kebocoran Jadi Perhatian

Sulsel

Sekda Pimpin Rapat Lintas Sektor, Pemkot Makassar Perkuat Penanganan Kabut Asap

Sulsel

Panen Prestasi, Kabupaten Wajo Raih Juara II Kirab Swasembada Pangan Tingkat Provinsi

Sulsel

Sidak Layanan BPJS di Dinsos-PMD, Bupati Takalar Tekankan Pelayanan Harus 5 Menit Selesai

PINRANG

Pemerintah Kabupaten Pinrang Mendorong Tumbuhnya Budaya Hidup Bersih dan Sehat

PINRANG

Peringatan Hari Santri di Pinrang, Dihadiri Ribuan Santri dari Berbagai Pondok Pesantren

PINRANG

Wabup Sudirman Resmikan Program TJSL PLN Peduli Melalui Program Cahaya Tuppu

Sulsel

Munafri: Pendidikan Berkualitas Tak Hanya Soal Infrastruktur, SDM dan Adaptasi Jadi Kunci

Tinggalkan Komentar