Oleh H Rukman Nawawi
(Pengurus Masjid Jami’atul Khaeriyah Siwa Kabupaten Wajo)
MEDIASINERGI.CO WAJO — Hari Jum’at 20 Oktober 2023 Selepas shalat magrib saya membuka WA Group, innalillahi wainna ilaihi rajiun, Telah pulang kerahmatullah shabat kami Amran Yangka menghembus napas terkhirnya di Rumah Sakit Labuangbaji Makassar Sulawesi Selatan.
Di semayangkan dirumah duka Jl Utama Siwa Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo pada hari Sabtu 21 Oktober 2023. Di Shalatkan di Masjid Jami’atul Khaeriyah Siwa
Kepergianmu Sahabatku begitu sedih, duka yang mendalam, dan air mata meneteskan dan masih teringat beberapa hari yang lalu kami duduk bersama di dalam Masjid Jami’atul Haeriyah Siwa Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan dan kebiasaan Jama’ah masjid berdiskusi setelah selesai laksanakan shalat jum’at bersama.
Kuhela nafas panjang, seraya berkontemplasi dan mendoakan sahabat kami Almarhum Bapak Amran Yangka. Saya mengucapkan Allah SWT. Lebih menyayangi dan mencintainya saudaraku dan insya Allah kembali dalam keadaan husnul khatimah.
Catatan In memoriam hanyalah sekelumit pengalaman saya sebagai pengurus masjid yang pernah berinteraksi dengan Almarhum.
Saya meyakini begitu banyak orang-orang yang memiliki pengamalan dengan Almarhum yang dapat bercerita tentang kepribadian almarhum Bapak Amran Yangka.
Tulisan in Memoriam saya mulai dengan mengutip QS. Al-Taubah (9); 8 untuk menegaskan tentang keterkaitan keimanan seseorang dengan aktivitas memakmurkan mesjid dengan segala bentuknya.
Menurut Sidi Gazalba, mesjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi epicentrum peradaban. Ini tercemin dari best practice yang pernah dilakukan oleh Almarhum.
Bapak Amran Yangka tidak bisa dilepaskan dari aktivitas masjid, baik sebagai hamba Allah SWT.
Dalam pandangan penulis, almarhum Amran Yangka. seorang publik figur yang dihormati dan disegani.
Kami berinteraksi dangan almarhum tidak seintens sahabat-sahabat almarhum yang sudah lama mengenal sosoknya, akan tetapi saya Mengenal sosok almarhum terkait aktivitas, ide dan gagasannya, serta petuahnya dapat memberi isyarat bahwa beliau adalah sosok yang sangat bersahaja, memiliki prinsip hidup dengan konsep relasi humanis, serta selalu mampu menghadirkan pribadi yang dapat diterima oleh semua kalangan.
Saya melihat almarhum sebagai pribadi muslim arif dan imparsial dalam berbagai hal, berdiri di tengah masyarakat yang sangat plural, baik dari sisi etnis dan agama.
















