Home / Advertorial / Sulsel

Senin, 22 April 2024 - 12:14 WIB

Hadiri HJW ke-625, Pj. Gubernur Sulsel: Wajo Banyak Melahirkan Cendekiawan dan Ulama

MEDIASINERGI.CO WAJO — Pemerintah Kabupaten Wajo menggelar perayaan Hari Jadi Wajo (HJW) ke 625 di Lapangan Merdeka Sengkang, Senin 22 /4/2024.

Perayaan HJW tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, para peserta menggunakan baju sutra sebagai ciri khas Kabupaten Wajo.

HJW tahun ini mengangkat tema Merajut Sutra Merangkai Nusantara ri Tana Wajo.

Puncak perayaan HJW diawali dengan persembahan tari kolosal yang dibawakan ratusan siswa siswi binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo.  Dilanjutkan dengan pembacaan sejarah HJW oleh Ketua DPRD Wajo, H. Andi Alauddin Palaguna.

Hadir dalam acara ini, Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin, Anggota DPR RI, Hj St. Maryam, Anggota DPRD Provinsi Sulsel Dapil Wajo Soppeng, Desi Susanti Sutomo, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Pimpinan dan segenap Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Unsur Forkopimda Kabupaten Wajo, pimpinan lembaga peradilan, Sekretaris Daerah beserta para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo, pimpinan lembaga pendidikan, pimpinan partai politik, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, insan pers dan LSM.

Pj Bupati Wajo, Andi Bataralifu menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pj. Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Marwa Sofa, beserta rombongan. Juga kepada seluruh tamu dan undangan yang berkenan meluangkan waktu untuk hadir dalam merayakan hari yang bersejarah ini.

Baca Juga:  Napi Teroris Lapas Makassar Berikrar Setia Kepada NKRI

“Semoga dengan berkumpulnya kita dalam momen yang baik ini, memberi manfaat bagi kita sekalian. Akan tetapi, tentu saja berharap, manfaat terbesar dari acara ini mengalir bagi masyarakat Kabupaten Wajo, ” ucapnya.

Andi Bataralifu menyebut, peringatan Hari Jadi Wajo yang diaksanakan setiap tahun, merupakan salah satu upaya untuk memperkuat identitas yang nilai-nilainya digali dari sejarah, budaya, dan adat istiadat yang tumbuh dan berkembang di daerah kita sejak awal mula keberadaanya.

Kearifan dan kebijaksanaan leluhur yang terekam pada berbagai dokumentasi, mengandung pelajaran berharga dalam berbagai bidang kehidupan, yang patut dijadikan sebagai rujukan dalam mengukir sejarah perjalanan hidup saat ini, hingga di masa yang akan datang. Termasuk tentunya, bagi generasi muda.

Kata Bataralifu, tema yang diangkat Dalam HJW ke 625 ini, adalah Merajut Sutra Merangkai Nusantara ri Tana Wajo. Tema ini dielaborasi dari potensi dan keinginan masyarakat Kabupaten Wajo untuk menjadikan sutra sebagai produk unggulan daerah yang berdaya saing tinggi, sehingga dapat menjadi sumber kebanggaan, baik di kawasan regional Sulawesi maupun di tingkat nasional.

Baca Juga:  Banjir di Wilayah Wajo, Andi Bataralifu Instruksikan Stakeholder Terkait Lakukan Penanganan

“Kita bersyukur, karena sejak dulu, Kabupaten Wajo telah dikenal sebagai daerah penghasil sutra. Warisan budaya yang tak ternilai, yang ditinggalkan oleh pendahulu kita, yang kemudian  menjadi salah satu subsektor dalam menggerakka perekonomian kita. Banyak orang yang datang ke daerah kita ini, untuk mendapatkan produk yang masyhur disebut Sutra Sengkang, baik untuk keperluan pribadi, maupun sebagai pelengkap dalam berbagai aktivitas sosial dan budaya, ” imbuhnya. .

Peluang ini harus ditangkap sebagai jalan untuk menebar kesejahteraan kepada seluruh masyarakat, terutama pelaku industri ini, dari hulu hingga ke hilir. Dukungan Bapak Gubernur Sulawesi Selatan dengan menginisiasi program bertajuk “mengembalikan kejayaan sutra”, telah dirancang secara sistematis untuk membangkitkan kembali industri ini. Maka sebagai masyarakat Kabupaten Wajo, harus menyambut baik dengan melakukan berbagai inovasi dan kreativitas dalam mengelola sutra, seiring dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

Bahkan pemerintah beserta seluruh stakeholder persuteraan, harus lebih agresif membuka jalan bagi meningkatnya pangsa pasar dengan mencari dan memperluas segmen pasar bagi para pelaku industri ini. Sehingga dengan demikian, hasil karya masyarakat Kabupaten Wajo ini, dapat bersaing di industri pertekstilan nasional.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Buka Muscab HNSI Makassar, Munafri Tegaskan Perhatian Pemkot pada Ekonomi Pesisir

PINRANG

Bupati Pinrang Serahkan Secara Simbolis Kendaraan Operasional Pendukung Koperasi Merah Putih

Sulsel

Munafri Tepati Janji Politik: Beban Warga Diringankan, 9307 KK Tamalate Bebas Iuran Sampah

Sulsel

Tampil Tak Terkalahkan, Wajo Lolos ke Perdelapan Final Piala Gubernur 2026

Sulsel

Sudah 5123 KK Penerima Iuran Sampah Gratis di Kecamatan Panakkukang

Sulsel

Wali Kota Munafri Perluas Penerima Sampah Gratis di Tamalanrea

SOPPENG

PWI Sulsel Sinergi Bersama RRI, TVRI, dan ANTARA demi Dorong Pemberitaan Berkualitas

Sulsel

Tim Baksos IARMI Sulsel Bantu Sandang dan  Sembako Warga  RW 4 Kompleks Kusta Jongaya Makassar