Laporan: Manaf Rachman
MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Proses tahapan pemilihan Gubernur dan pemilihan walikota/ pemilihan bupati se-Sulsel yang kini memasuki tahapan kampanye sekitar hampir dua bulan lamanya akan berlangsung dengan kondusif tanpa diwarnai informasi bohong (hoaks) maupun kampanye negatif (black campaign) dari para pasangan calon gubernur, walikota maupun bupati serta para tim suksesnya.
Harapan itu diungkapkan oleh dua orang narasumber yakni Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli dan anggota KPU Sulsel, Romy Harminto pada diskusi publik yang membahas informasi hoaks dan kampanye hitam jelang Pilkada serentak yang diselenggarakan oleh Koordinator Wilayah Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Kota Makassar, yang berlangsung Selasa, 1 Oktober 2024 di hotel Arthama Makassar.
Menurut Ana, panggilan akrab Ketua Bawaslu Sulsel, Propvinsi Sulsel masuk sebagai satu daerah yang dianggap rawan terjadi gesekan selama Pilkada serentak, sehingga perlu perhatian yang serius dari para penyelenggara pemilu dan juga pimpinan Forkopimda lainnya.
Kerawanan tersebut perlu diantisipasi dengan berbagai kegiatan sosialisasi tentang aturan pemilu kepada semua pihak termasuk kepada tim sukses pasangan calon gubernur, walikota maupun calon bupati.
Kerawanan itu diprediksi akan berlangsung hingga menjelang pencoblosan 27 November 2024.
Sementara itu, salah seorang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Romy Harminto juga menambahkan, Pilkada serentak memang rawan terjadi gesekan antara lain disebabkan karena informasi bohong atau Hoaks yang sengaja dilontarkan oleh tim sukses maupun simpatisan yang bertujuan untuk menjatuhkan calon.
















