Selain itu, perang buzzer juga rawan terjadi demi untuk mencari kesalahan para calon gubernur maupun walikota dan bupati, yang maksudnya untuk menjatuhkan lawan dengan citra negatif.
Untuk mencegah kampanye hitam dan informasi hoaks itu, maka semua para tim sukses calon dikumpulkan bersama sambil diberikan pemahaman aturan pemilu oleh KPU dengan harapan akan berupaya menjaga nama baik para calon yang maju dalam kontestasi Pilgub, Pilwalkot maupun Pilbup.
Ketua Bawaslu, Mardiana kembali menyatakan bahwa untuk menghindari pelanggaran maka Bawaslu selalu mengajak semua pihak untuk sama-sama mengawasi, mencegah dan bertindak, sebelum terjadinya pelanggaran.
Diskusi publik tentang kampanye hitam dan informasi hoaks juga menghadirkan narasumber dari bidang cyber Polda Sulsel yang membahas tentang penegakan aturan bagi para pelanggar ketentuan UU Pemilu, termasuk ancaman kepada orang yang menyebarkan informasi hoaks dan kampanye hitam yang bisa merusak nama baik para calon.
Acada yang dipandu oleh Humaera, salah seorang jurnalis yang juga aktif di Mapindo Sulsel. Sementara itu,
Koordinator Wilayah Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Kota Makassar, Andi Fauziah Astrid dalam laporannya mengatakan, maksud diselenggarakan diskusi publik jelang Pilkada serentak di Sulsel bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat tentang upaya mengurangi munculnya informasi hoaks dan kampanye hitam yang sengaja dihembuskan untuk menjatuhkan calon gubernur, calon walikota maupun calon bupati.
Diharapkan dengan meminimalisir berita berita bohong dan kampanye hitam, maka akan tercipta proses Pilkada serentak yang lebih baik, sehingga juga akan melahirkan calon pemimpin yang demokratis dan berkualitas yang diharapkan bisa menjadi pimpinan yang diterima semua pihak. (*)
















