MEDIASINERGI.CO WAJO — Di tengah pekik semangat dan suara cangkul yang bersahutan, prajurit TNI dan warga Desa Temmabarang masih sibuk menata batu dan mencampur adukan semen. Talud sepanjang jalan utama desa itu hampir rampung—sudah 95 persen.
Pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar proyek lokal. Ia bagian dari kerja strategis nasional bertajuk TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124. Dijalankan oleh Kodim 1406/Wajo, program ini menjadi wujud sinergi antara pertahanan negara dan pembangunan daerah.
“Talud ini bukan hanya untuk mencegah longsor,” ujar Letda Inf Kamistan, Komandan SSK TMMD. “Tapi juga untuk membuka akses dan memberi rasa aman bagi aktivitas warga.” Ia berbicara di sela-sela pengecekan di lapangan, Kamis, 29 Mei 2025.
Desa Temmabarang, yang terletak di Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo, dikenal memiliki kontur tanah labil. Saat musim hujan, jalan desa kerap rusak, bahkan terputus. Pemerintah daerah telah lama memasukkan wilayah ini dalam daftar prioritas, namun terbatasnya anggaran membuat pembangunan kerap tertunda.
Masuknya TMMD menjadi jawaban. Program ini didesain tidak hanya untuk membangun fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kebangsaan. Di Temmabarang, selain pembangunan talud, Satgas TMMD juga menggelar penyuluhan kesehatan, pelatihan keterampilan, dan pendidikan wawasan kebangsaan.
















