Catatan Perjalanan Hj. Fatmawati Andi Rosman di Women Program Munas VI Apkasi
MEDIASINERGI.CO MANADO — Jumat pagi, 30 Mei 2025. Udara sejuk mengalir di sekitar The Sentra Hotel, Minahasa Utara. Di ruang konvensi yang riuh oleh suara perempuan dari berbagai penjuru negeri, Hj. Fatmawati Andi Rosman tampak duduk tenang. Di hadapannya, pembicara tengah menjelaskan teknik dasar public speaking. Sorot mata Fatmawati tak lepas dari panggung.
Bukan tanpa sebab ia datang jauh-jauh dari Wajo, Sulawesi Selatan. Kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo ini di ajang Women Program, rangkaian Munas VI Apkasi 2025, adalah langkah yang bukan sekadar simbolik. Ia datang untuk belajar.
“Ini pertama kalinya saya ikut forum seperti ini. Tapi langsung terasa manfaatnya,” kata Fatmawati kepada MEDIA SINERGI.CO
“Saya jadi tahu bagaimana memimpin dengan percaya diri, dan bagaimana UMKM perempuan bisa dibangun dari bawah.”

Ruang Belajar yang Nyata
Program ini dirancang untuk satu tujuan: memperkuat kapasitas perempuan dalam kepemimpinan, komunikasi, dan kewirausahaan. Tapi suasana di dalam ruangan tak menyerupai kelas formal. Lebih menyerupai perkumpulan para perempuan yang ingin tumbuh bersama. Tak sedikit yang mencatat. Tak sedikit pula yang mencatat sambil bertanya.
Fatmawati datang tak sendiri. Beberapa pengurus TP PKK Kabupaten Wajo turut mendampingi. Dalam formasi kecil itu, ia menyusun strategi di sela-sela diskusi. Bagi mereka, pelatihan ini bukan akhir, melainkan titik berangkat untuk membentuk gerakan perempuan yang lebih aktif di kabupaten yang dikenal dengan julukan Bumi Lamaddukelleng itu.
“Kalau pulang nanti, kami akan bawa model pelatihan seperti ini ke tingkat kecamatan. Banyak kader PKK di Wajo yang cerdas dan semangat, tinggal diberi ruang dan arah,” ujarnya.
















