MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Atan Zayyid Sulthan Rahman, menegaskan sikap tegas organisasi mahasiswa tertua di Indonesia itu untuk menolak segala bentuk aksi unjuk rasa yang bersifat anarkis.
Dalam pernyataannya pada awal September 2025, Atan menyampaikan bahwa perjuangan mahasiswa tidak boleh keluar dari koridor konstitusi dan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, mahasiswa sebagai agen perubahan harus menjadi teladan dalam menjaga etika demokrasi.
“Kami menolak aksi yang berujung pada kekerasan dan perusakan. Perjuangan mahasiswa seharusnya menjadi contoh perlawanan yang cerdas, damai, dan beradab,” ujar Atan di kampus UI, Depok, Jum’at 26 September 2025.
Ia menambahkan, BEM UI akan memfokuskan gerakannya pada advokasi kebijakan publik dan riset berbasis data, bukan pada mobilisasi massa yang berpotensi menciptakan ketegangan sosial. Menurutnya, langkah tersebut lebih efektif untuk menghasilkan perubahan yang substansial bagi rakyat.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya intensitas demonstrasi di berbagai daerah yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum. BEM UI bersama sejumlah aliansi mahasiswa di tingkat nasional mengecam keras tindakan represif aparat terhadap demonstran serta menyerukan penegakan hak asasi manusia.
Meski demikian, Atan menegaskan bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun, baik dari aparat maupun peserta aksi yang tidak dapat dibenarkan. Ia mendorong semua pihak untuk menempuh jalan dialog dan musyawarah dalam menyampaikan aspirasi politik maupun sosial.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjadi garda depan perubahan tanpa harus menimbulkan kekacauan. Kritik tetap bisa tajam, namun harus disampaikan dengan cara yang santun dan terukur,” ungkapnya.
















