Home / Sulsel

Sabtu, 27 Desember 2025 - 21:32 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, Wali Kota Munafri Minta Jajaran SKPD Pantau Warga

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis peringatan dini cuaca ekstrem menjelang pergantian Tahun Baru 2026.

Sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

BMKG menyebutkan, potensi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berlangsung hingga malam pergantian tahun 2025 ke 2026.

Pada Sabtu 27 Desember 2025, cuaca di Kota Makassar sendiri terpantau sejak pagi telah diguyur hujan deras yang berlangsung hingga malam hari, sehingga meningkatkan risiko terjadinya genangan air, antisipasi banjir, serta pohon tumbang di sejumlah wilayah.

Menanggapi peringatan dini tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, khususnya ancaman banjir, genangan air, dan pohon tumbang.

Baca Juga:  RDP DPRD Makassar Ricuh, Camat Panakukang Dituding Terlibat Mafia Tanah

“Kami menghimbau untuk masyarakat memastikan saluran air atau drainase di lingkungan masing-masing berfungsi dengan baik dan tidak tersumbat di lingkungan rumah,” ujar Munafri, usia rapat paripurna di Kantor Balai Kota Makassar, Sabtu 27 Desember 2025, malam.

Orang nomor satu Kota Makassar itu juga, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar rumah.

“Khususnya di area yang terdapat pepohonan besar atau pohon penghijauan di sepanjang jalan yang sewaktu-waktu berpotensi tumbang akibat angin kencang,” imbuh politisi Golkar itu.

Selain kepada masyarakat, Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga pemerintahan terbawah di tingkat kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

Baca Juga:  Bupati Daeng Manye Serahkan Bantuan Sapi Kurban dari Presiden Prabowo ke Warga Takalar

Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu memerlukan langkah antisipatif, terutama di wilayah-wilayah yang rawan tergenang air, memiliki banyak pepohonan besar, serta titik-titik rawan yang berpotensi mengganggu aktivitas dan keselamatan warga.

“Masyarakat juga perlu mengantisipasi potensi gangguan arus listrik yang dapat membahayakan, terutama bagi anak-anak. Jika melihat instalasi listrik yang berisiko, segera laporkan kepada pihak terkait,” jelasnya.

Wali Kota Makassar turut menginstruksikan kepada seluruh Kepala Dinas, Camat, Lurah, hingga RT dan RW agar secara aktif memantau kondisi wilayah masing-masing.

Aparat wilayah diminta turun langsung ke lapangan untuk memastikan situasi lingkungan dan kondisi masyarakat tetap aman.

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan kerja cepat dalam menghadapi setiap potensi dampak cuaca ekstrem.

Setiap kejadian atau potensi gangguan akibat cuaca diminta segera dilaporkan secara berjenjang untuk ditindaklanjuti secepatnya.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Empat Tahun Membangun Budaya Pilah Sampah, Kini Kelurahan Baru Jadi Rujukan

Sulsel

Wali Kota Munafri Dampingi Menko Pangan Tinjau Kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih Untia

Sulsel

KKN-T 116 Unhas Kenalkan Budikdamber sebagai Solusi Ketahanan Pangan di Lahan Sempit

Sulsel

Pemilahan Sampah Sejak 2025, RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Berbasis Kolaborasi Warga

Sulsel

Anggota DPR RI: Program Pemilahan Sampah Makassar Langkah Strategis Menuju Ekonomi Sirkular

Sulsel

Pilah Sampah Solusi Menyelamatkan Kota Makassar

Makassar

Shelter Warga Pa’Baeng-Baeng Perluas Sayap Pemberdayaan, Hadirkan Unit Pangkas Rambut untuk Masyarakat

Sulsel

Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026