Home / Daerah / SOPPENG / Sulsel

Senin, 23 Februari 2026 - 15:47 WIB

Bupati dan Kajari Soppeng Teken MoU Penanganan Hukum Bidang PTUN

MEDIASINERGI.CO

SOPPENG – Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E menandatangani nota kesepahaman/ Memorandum of Understanding (MoU) atau kerjasama dan koordinasi dalam rangka penanganan masalah hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara(PTUN) dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Soppeng Sulta D Sitohang, S.H., M.H., di Aula Kantor Gadis, Senin 23 Februari 2026.

Penandatanganan disaksikan Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle Ks Dalle, Pj Sekretaris Daerah Drs. A M Surahman, M.Si., staf ahli, asisten, para Kasi Kejaksaan Negeri bersama jajaran, Kepala SKPD, pejabat eselon III, camat, lurah, kepala desa bersama para Ketua BPD.


Da
lam sambutannya Bupati katakan, penandatanganan MoU  merupakan wujud nyata komitmen pemerintah Kabupaten Soppeng  dalam memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum serta aparat pengawasan internal. Hal tersebut diharapkan  agar setiapprogram  dan kegiatan pembangunan  berjalan sesuai dengan peraturan dan perundang undangan, transparan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Baca Juga:  Poros Makassar - Malino, Lalin Lumpuh Total

Dikatakan, kita ingin memastikan setiap kebijakan  dan pelaksanaan pembangunan didampingi  secara hukum agar tidak terjadi penyimpangan dikemudian hari. Kerjasama ini adalah langkah preventif agar seluruh jajaran bekerja dengan rasa aman  dalam koridor aturan. Ditekankan pentingnya integritas, profesionalisme dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan. Kepercayaan masyarakat  merupakan modal utama  dalam membangun Soppeng, tambahnya

Kajari Soppeng menegaskan pihaknya berkomitmen mendamppingi pemerintah daerah dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi dengan pendekatan preventif  dan edukatif. Melalui kerja sama  diharapkan tercipta tata kelola pemerintahan yang lebih tertib, akuntabel serta mampu memberikan kepastian hukum dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan daerah. Kami lebih mengedepankan pencegahan daripada penindakan namun apabila telah diberikan pembinaan dan peringatan tetapi masih terjadi pelanggaran tentu ada konsekwensi hukumnya, tambah kajari.

Baca Juga:  Keakraban Bupati Wajo dengan Komunitas Pencinta Vespa: Silaturrahmi Scooterist Wajo yang Menggembirakan

Begitupula pentingnya pengamanan dan penertiban aset daerah  yang masih dikuasai pihak ketiga  agar segera dikembalikan sesuai ketentuan. Tidak boleh ada aset yang dikuasai pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas. Jika masih ada, kajari minta segera dikembalikan demi kepentingan masyarakat dan optimalisasi pelayanan publik.

Selesai penandatanganan MoU dilanjutkan sosialisasi sebagai bentuk implementasi dari kerja sama. Kasi PTUN Nurfatimah Ahmad, S.H., M.H memaparkan materi  tentang pendampingan hukum melalui program jaga desa oleh jaksa pengacara negara. Kasi Intelejen Nazamuddin, S.H., M.H. tentang penguatan program jaga desa melalui pemanfaatan aplikasi real time monitoring village sebagai sarana pengawasan berbasis digital. Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Widyatmoko, S.H menyampaikan materi mengenai potensi dan pencegahan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. (mar)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wabup H Hengky Yasin Resmi Buka Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Takalar

Sulsel

Makassar Tuan Rumah, Wali Kota Munafri Terima Panitia MTQ KORPRI 2026

Sulsel

Sinergi ATR/BPN, dan KPK, Bupati Takalar Hadiri Rakor Perkuat Reformasi Pertanahan

PWI

Gubernur: Calon Ketua PWI Harus Tak Terikat Partai Politik

Sulsel

Hadiri Rakor Integrasi Aset Daerah, Munafri: Pentingnya Legalitas Aset Daerah

Sulsel

Wajo Bakal Dapat 9 Paket Program KPK-ATR/BPN, Bupati Andi Rosman: Kami Siap

Sulsel

Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Munafri: Mitigasi Diperkuat, Antisipasi Banjir hingga Kebakaran

Sulsel

Lepas JCH Makassar, Munafri: Haji Bukan Tamasya, Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan