Oleh Rukman Nawawi
MEDIASINERGI.CO
SIWA – Proses kematian akan menghadang setiap manusia. Proses tercabutnya nyawa manusia akan diawali dengan detik-detik menegangkan lagi menyakitkan. Peristiwa ini dikenal sebagai sakaratul maut hal ini disampaikan oleh AG. Dr. Kiyai Muda H. Abdul Malik Tibe, S.H.I., MA.
Pada saat khutba jumat 20 Maret 2026 di Masjid Jam’atul Khaeriyah Siwa Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. Menurut AG. Abdul Malik Tibe juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sidrap. Bahwa kematian adalah sebuah kepastian yang akan dihadapi oleh setiap jiwa atau manusia. Pintu gerbang menuju kehidupan abadi ini didahului oleh sebuah proses dahsyat dan nyata yang disebut sakaratul maut, atau nestapa menjelang kematian sakraltul maut dan tak perlu kita takuti hadapi.
Tak perlu kita takut hadapi kematian karena merupakan suatu hal yang pasti bagi setiap manusia. Dan sebelum kematian itu, ia akan mengalami yang namanya sakaratul maut, yaitu proses terpisahnya ruh dari jasad, yang digambarkan rasanya sangat sakit dan nyeri teramat sangat. Bahkan disebutkan, sakaratul maut adalah ungkapan rasa sakit yang menyerang inti jiwa dan menjalar ke seluruh bagian jiwa sehingga tiada satu pun bagian jiwa yang terbebas dari rasa sakit tersebut.

Ditegaskan AG. Abdul Malik Tibe, bahwa Al- Quran menggambarkan momen ini dalam Surah Qaf ayat 19: Wa jā`at sakratul-mauti bil-ḥaqq, żālika mā kunta min-hu taḥīd.
Artinya: “Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah (hal) yang dahulu hendak kamu hindari.”
Hal ini tak bisa kita dihindari, bagi ummat Islam melalui Al-Quran dan Sunnah memberikan gambaran tentang apa yang terjadi pada fase genting ini. Memahaminya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat dan bekal persiapan bagi kita yang masih hidup. Pengalaman sakaratul maut berdasarkan dalil dengan ciri-ciri dan pengalaman saat sakaratul maut yang dijelaskan dalam Al-Quran dan hadits-hadits shahih yang dihadapi dan tak perlu kita takut menghadapinya diantaranya
1. Rasa Sakit yang Dahsyat dan Tak Terlukiskan
Tidak ada keraguan bahwa proses keluarnya ruh dari jasad adalah momen yang sangat menyakitkan. Rasulullah SAW menggambarkannya dengan sebuah perumpamaan yang luar biasa. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa rasa sakit ini menjalar ke seluruh bagian tubuh, seolah-olah ruh ditarik paksa dari setiap urat nadi, sendi, hingga ke akar rambut.
2. Kelelahan dan Kepayahan Luar Biasa
Selain rasa sakit, orang yang mengalami sakaratul maut akan merasakan kelelahan yang amat sangat, seiring dengan berpisahnya ruh dari jasad. Dalam sebuah hadits disebutkan:
















