MEDIASINERGI.CO
SOPPENG – Diantara sejumlah ruas jalan provinsi yang ada di wilayah Kabupaten Soppeng yang dalam kondisi rusak parah salahsatunya adalah ruas Takalala–Cabenge.
Hasil pemantauan Kamis 07 Mei 2026 lalu, pada ruas yang masuk katagori lalu lintas harian rata-rata (LLHR) tinggi ini kondisi jalan sudah “bak kubangan kerbau“. Begitu banyaknya lubang yang menganga dan digenangi air, pemakai jalan tidak bisa menghindar dan harus menderita guncangan kendaraan.
Meski di poros Takalala-Cabenge hanya sekitar 13 km, namun jalan hotmiks yang mulus di bawah 50 persen, sisanya sudah rusak sangat parah mulai dari Takalala, Labessi, Lalange, Lajoa serta menjelang Cabenge. Ruas lainnya yang sudah rusak parah bertahun tahun yaitu Lapri-Takalala, poros Buludua Batas Barru-Takalala, Cabenge-Sengkang dan sejumlah ruas lainnya mestinya juga diprioritaskan pekerjaannya.
Pemakai jalan berharap karena ruas ini masuk paket Multiyear Contract TA 2025-2027 atau MYP 3,7 apabila nanti dikerja pada tahun 2027 maka pasti kerusakannya bertambah parah dan menambah lama masyarakat menderita dan bisa menyebabkan terjadinya laka lantas. Ada baiknya Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi(BMBK) Sulsel yang memiliki kantor perwakilan serta truck dan alat berat di Soppeng melakukan pemeliharaan rutin setempat setempat minimal menimbun pasir dan batu (sirtu) kemudian digilas stoom walls.
Preservasi jalan provinsi di wilayah Soppeng sudah di ground breaking Gubernur Sulsel minggu ketiga Januari 2026 serta berharap pembangunan jalan yang merupakan bagian dari komitmen pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan infrastruktur berkualitas yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Gubernur berharap pengerjaannya berjalan tepat waktu, tepat mutu dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi(DBMBK) Sulawesi Selatan juga telah melakukan penandatanganan kontrak bersama kontraktor pelaksana pada 05 Desember 2025 untuk tiga paket preservasi jalan tahun jamak (Multiyear Contract) TA 2025-2027 yaitu Paket I, IV dan Paket V senilai Rp 1,43 Trilyun. Untuk Paket IV Rp 615,6 milyar dan Paket V Rp 383.5 milyar atau total nilai Rp 999, 1 milyar berfokus wilayah tengah Sulsel Barru, Soppeng, Wajo, Bone dan Pangkep sepanjang 505,55 km. (mar)
















