Home / Sulsel

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:54 WIB

Wali Kota Pekanbaru: Makassar Layak Jadi Contoh Pengelolaan Pemerintahan dan Pelayanan Publik

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Kota Makassar terus menunjukkan perannya sebagai salah satu daerah rujukan dalam pengembangan tata kelola pemerintahan, transformasi pelayanan publik, dan pembangunan daerah di Indonesia.

Berbagai inovasi yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar kini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi daya tarik bagi pemerintah daerah lain untuk menjalin kerja sama dan saling berbagi praktik terbaik (best practices).

Hal tersebut kembali terlihat melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Pekanbaru yang berlangsung di Balai Kota Makassar, Jumat 10 Juli 2026.

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, serta disaksikan jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dari kedua pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Agung mengaku dirinya bersama rombongan telah berkeliling Kota Makassar sebelum menghadiri agenda resmi di Balai Kota.

Kesempatan itu dimanfaatkan untuk berdialog dengan masyarakat mengenai kepemimpinan Wali Kota Makassar.

“Hari ini sebelum ke Balai Kota, kami berkeliling terlebih dahulu dan menanyakan langsung kepada masyarakat tentang kepemimpinan Wali Kota (Pak Munafri Arifuddin) di Kota Makassar,” ujarnya.

“Dari survei sederhana yang kami lakukan, hampir 95 persen masyarakat menyatakan senang dengan kepemimpinan Pak Munafri Arifuddin,” sambungnya.

Agung Nugroho, mengungkapkan alasan di balik dipilihnya Kota Makassar sebagai mitra kerja sama sekaligus daerah tujuan studi tiru.

Menurutnya, berbagai inovasi pemerintahan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi daya tarik tersendiri bagi Pemerintah Kota Pekanbaru.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar daerah melalui pertukaran pengalaman, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Agung mengatakan, rombongan Pemerintah Kota Pekanbaru sengaja datang dari Provinsi Riau untuk belajar langsung dari berbagai terobosan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Makassar.

Baca Juga:  Bupati Gowa dan Istri Meriahkan Fashion Show Hari Jadi Sulsel ke-355 Tahun

Menurutnya, meskipun luas wilayah dan jumlah penduduk kedua kota relatif tidak jauh berbeda, Makassar mampu menunjukkan kinerja fiskal yang baik dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang tinggi serta berbagai inovasi pelayanan publik.

“Kami datang jauh dari Provinsi Riau karena ingin banyak belajar. Kami ingin mempelajari tata kelola pemerintahan, pengelolaan lingkungan, hingga sistem pelayanan perizinan terpadu berbasis digital,” katanya.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen membangun kemitraan yang saling menguatkan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, pelayanan publik yang semakin berkualitas, yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Salah satu fokus kerja sama adalah penguatan pelayanan publik berbasis digital, termasuk penandatanganan nota kesepahaman antara perangkat daerah terkait mengenai penyelenggaraan perizinan melalui sistem digital.

Selain itu, ruang lingkup kesepakatan bersama mencakup pembangunan dan pengembangan potensi daerah, optimalisasi pelaksanaan program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta percepatan pelayanan publik sesuai dengan kewenangan masing-masing pemerintah daerah.

Ia menilai Makassar memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur, sekaligus salah satu simpul utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Kondisi tersebut dinilai memiliki banyak kesamaan dengan tantangan yang dihadapi Pekanbaru, terutama dalam mengelola pertumbuhan kota, urbanisasi, penataan ruang, hingga modernisasi pelayanan publik.

“Kota Makassar kami pilih karena memiliki peran yang sangat strategis sebagai pusat ekonomi di Indonesia bagian timur,” tuturnya.

“Tantangan yang dihadapi juga hampir sama dengan Pekanbaru, sehingga sangat memungkinkan dilakukan transfer pengetahuan dan pengalaman antar Kota,” sambung Agung.

Dia juga menyampaikan kekagumannya terhadap latar belakang Munafri Arifuddin sebagai pengusaha yang kini memimpin Kota Makassar.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga:  Oktober, Pemkab Wajo Gelar MTQ Tingkat Kabupaten

“Karena basic Pak Wali juga seorang pengusaha yang sukses, kami berharap bisa banyak belajar agar Pekanbaru juga bisa berkembang seperti Kota Makassar,” terangnya.

Dalam kerja sama tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru ingin memperkuat kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari pengembangan inovasi daerah, percepatan penanganan stunting, akselerasi pembangunan infrastruktur, peningkatan jaminan sosial, hingga penguatan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Selain itu, kedua daerah juga sepakat memperkuat kerja sama dalam pelayanan perizinan terpadu satu pintu sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis digital.

Agung turut memaparkan sejumlah inovasi yang telah dijalankan Pemerintah Kota Pekanbaru dan siap dibagikan kepada Pemerintah Kota Makassar sebagai bagian dari semangat saling belajar.

Di bidang pelayanan perizinan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga berhasil mempercepat penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Proses penerbitan izin kini dapat diselesaikan melalui sistem digital yang dikembangkan pemerintah kota. ini kami coba lihat bagaimana di kota Makassar,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga melakukan penataan besar-besaran terhadap tiang reklame yang selama ini dinilai mengganggu estetika kota.

Melalui kerja sama ini, Agung berharap Kota Pekanbaru dan Kota Makassar dapat saling bertukar pengalaman, memperkuat inovasi, serta mempercepat pembangunan daerah.

“Kami datang ke Makassar untuk belajar. Tetapi kami juga ingin saling berbagi pengalaman. Harapannya, bisa sama-sama berkembang, mempercepat pelayanan publik, meningkatkan kemandirian fiskal, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Pekanbaru bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum bagi kedua daerah untuk saling belajar dan bertukar inovasi dalam membangun pemerintahan yang lebih efektif serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Temui Munafri, Bupati Brebes Studi Tiru Program Unggulan Pemkot Makassar

Sulsel

Munafri: Penataan PKL Disertai Relokasi, Permodalan, dan Pendampingan Usaha Lewat KUR

Sulsel

Bupati Wajo Tegaskan Komitmen Lindungi Lahan Pertanian Berkelanjutan

Sulsel

Wali Kota Munafri Dampingi Menag RI Canangkan Gerbang Moderasi Indonesia Pertama di Makassar

Sulsel

Luncurkan Sistem Notifikasi Real Time, Sekwan DPRD Makassar: Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan

SOPPENG

Mutasi Besar-besaran, Bupati Soppeng Lantik 222 Pejabat

Sulsel

Kota Makassar Dapat 30 Kuota Revitalisasi Sekolah, Achi Soleman: Sekolah di Kepulauan Sangkarrang Jadi Perhatian

Sulsel

Munafri Minta Nobar Piala Dunia 2026 di 15 Kecamatan, Hadirkan Pemberdayaan PKL